Ekbis

Terdampak Covid-19, Omzet Kerajinan Miniatur Kapal di Mojokerto Hanya Rp1 juta Sebulan

Mojokerto (Beritajatim.com) – Tujuh bulan tanpa pesanan akibat pandemi Covid-19, Sunali (42) terpaksa mencari pekerjaan lain. Meski saat ini belum kembali pulih, namun pesanan minimatur kapal warga Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto sudah mulai ada pesanan.

Mengawali dengan ikut orang untuk membuat kerajinan miniatur kapal, tahun 1998 ia kemudian memberanikan diri menerima pesanan sendiri. Tepatnya setelah menikah dengan Anik Zulaikah (42). Di rumah mertuanya di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ia mulai mengembangkan kerajinan miniatur kapal.

Dengan modal awal Rp500 ribu, ia pun sudah bisa kirim ke Surabaya. Bapak dua anak ini ingat betul, sebanyak 15 sampai 20 buah miniatur kapal ia kirim hingga akhirnya ia bisa membeli sebuah rumah di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Dengan melibatkan sang istri dan enam orang karyawan, ia memenuhi pesanan mulai dari Surabaya, Jogjakarta, Tangerang, Bandung, Jakarta dan Makasar. Dalam sebulan, sebanyak 100 buah miniatur kapal mulai dari ukuran terkecil 18 cm hingga 2 meter mampu ia buat.

Banyaknya pesanan tersebut ia peroleh secara manual karena ia mengirim ke sejumlah galeri di kota-kota besar. Namun pandemi Covid-19, membuatnya harus lebih kreatif dengan memanfaatkan media online. Ini lantaran, awal pandemi hingga tujuh bulan tidak ada pesanan sama sekali.

“Saya harus ganti pekerjaan, ikut teman karena hampir 7 bulan tidak ada pesanan sama sekali. Kalau sekarang alhamdulillah sudah mulai ada, meski satu bulan omzet hanya Rp1 juta. Padahal sebelum pandemi, satu bulan bisa sampai Rp30 juta,” ungkapnya, Senin (8/2/2021).

Masih kata Sunali, bahkan ia pernah sekali kirim ke Makasar sampai 300 buah miniatur kapal. Pemasaran miniatur kapal di Makasar lebih banyak disuka dengan kapal pinisi dengan ukuran 18 cm. Sunali menggunakan kayu sebagai bahan dasar dengan jenis mahoni karena lebih gampang dibentuk.

“Bahan dasarnya kayu, saya pakai kayu mahoni karena seratnya halus dan tidak keras sehingga gampang dibentuk. Untuk harga mulai Rp40 ribu sampai Rp3 juta. Untuk jenis kapal, ada Pinisi, Dewa Ruci, Bima Suci. Pembuatan tergantung tingkat kesulitan, phinisi kecil bisa satu hari,”jelasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar