Ekbis

Tenaga Kerja Bongkar Muat Ikut Sertifikasi Basic Safety Training

Surabaya (beritajatim.com) – Pelindo III pada tahun 2018 lalu telah memberikan program CSR for Safety kepada setidaknya 500 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Hal ini diungkapkan  Edi Priyanto, SVP. HC Services & HSSE Pelindo III saat menyampaikan materi pada Seminar K3 Nasional dengan tema “Strategi Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Penerapan Budaya K3 (Safety Culture)” di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Sabtu (9/2/2019).

“Organisasi dengan budaya keselamatan yang positif dicirikan dengan komunikasi yang didirikan atas saling percaya, memiliki persepsi yang sama tentang pentingnya keselamatan dan memiliki keyakinan tentang pentingnya langkah-langkah pencegahan untuk menciptakan keselamatan kerja”, ujar Edi yang juga merupakan anggota komisi II Dewan K3 Provinsi (DK3P) Jawa Timur.

Edi kembali menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja bongkar muat tidak hanya untuk menjaga agar kinerja pelabuhan tetap efisien, tetapi yang utama ialah menjamin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pelabuhan.

Nantinya diharapkan pada tenaga kerja bongkar muat yang sudah tersertifikasi tersebut dapat menularkan kebiasaan bekerja dengan mengindahkan safety culture dan mampu menjadi change agent di lingkungan kerjanya. “Sehingga transformasi Pelindo III yang berfokus pada aspek people, process, and technology dapat terus berkelanjutan karena berjalan bersama karena saling mendukung satu sama lain,” katanya.

Turut hadir mejadi pembicara dari Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) Hanifa Maher Denny, S.KM.,M.PH.,Ph.D dan dosen pengajar UNUSA Sahri,S.KM.,M.KKK.

Pada akhir Seminar, dapat diresumekan bahwa penerapan budaya K3 harus terintegrasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan, diantaranya Pemerintah dan para stakeholder.Kedua Budaya keselamatan yang baik yaitu jika semua pihak dalam suatu organisasi telah memiliki persepsi yang sama tentang pentingnya Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) dan Ketiga merubah sebuah budaya harus dilakukan oleh sumber daya yang kompeten dibidangnya.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar