Ekbis

Tapping Box dan PDT di Bangkalan Sengaja Dimatikan Pemilik Usaha

Seorang karyawan sedang mencoba alat PDT atau Tapping Box Manual

Bangkalan (beritajatim.com) – Sejumlah tempat usaha di Kabupaten Bangkalan, saat ini sudah dipasang Tapping Box dan Portable Data Terminal (PDT). Namun, setelah ditinjau ke masing-masing lokasi usaha, sebanyak 50 persen alat tersebut sengaja dimatikan dan tidak digunakan.

Diketahui,Tapping box atau PDT harus digunakan oleh pemilik usaha untuk merekam jumlah transaksi harian dan pergerakan pengunjung di masing-masing tempat. Dari jumlah transaksi itu, nantinya akan diketahui omset dan pajak yang harus dibayarkan kepada daerah.

Kepala Bidang (Kabid) Pajak dan Retribusi II Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan, Erni Mardiani mengatakan, jumlah alat yang telah terpasang sebanyak 43 buah. Sayangnya, hanya separuh dari jumlah itu yang digunakan oleh pemilik usaha.

“Setelah kita tinjau ternyata hanya separuh yang digunakan, 50 persen alat dalam keadaan mati,” ujarnya, Senin (22/3/2021).

Ia mengungkapkan, banyaknya alat perekam transaksi yang mati disebabkan menurunnya jumlah pengunjung akibat pandemi Covid-19. Sehingga, tidak sedikit pengusaha beralasan pendapatan mereka semakin minim.

Meski begitu, pihak Bappenda belum melakukan tindakan tegas akibat dimatikannya alat tersebut. Sebab, pihaknya juga menyadari belum efektifnya penggunaan Tapping box dan PDT karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saat ini kami hanya memberikan peringatan secara lisan sekaligus mensosialisasikan kembali penggunaan alat tersebut supaya dapat berfungsi optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan, Rokip berharap penggunaan alat itu dapat diterapkan oleh seluruh pengusaha, agar pajak yang dibayarkan sebanding dengan omset yang diperoleh. “Harapan kami semua pengusaha menyalakan alat tersebut dan digunakan sebagaimana mestinya,” tandasnya. [sar/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar