Ekbis

Tantangan Berat Banyuwangi di Tahun 2021

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan tantangan yang harus dihadapi daerahnya pada tahun 2021 mendatang. Ia menyebut, berbagai hal harus disesuaikan lantaran kondisi Covid 19 menjadi penyebab utamanya.

Pertama, Anas menjelaskan mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Banyuwangi berkurang banyak. Sebelumnya, porsi anggaran APBD Banyuwangi mencapai Rp 3,3 Triliun namun berkurang menjadi Rp 2,7 Triliun.

“Tahun 2021 karena pandemi ini menjadi situasi yang sangat sulit. APBD kita turun sekitar Rp 600 Milyar. Maka bagi yang akan melakukan kegiatan pada tahun depan proporainya akan kita atur dengan baik,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (23/11/2020).

Sedangkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP dan Kementrian Keuangan telah memberikan garis tidak memperbolehkan belanja sosial lebih tinggi dari belanja langsung. “Jadi kalau belanja honor ini melebihi dari belanja langsung ini berarti kita tidak bisa membangun, usulan dan program tidak bisa terealisasi,” terangnya.

Anas mengurai, kondisi ini tidak hanya membelit Banyuwangi tapi juga daerah lain. Dia mengambil contoh Provinsi Bali. APBD Bali turun luar biasa hingga 70 persen. “Semula, kalau nggak salah nilai APBD di sana itu mencapai Rp 6 – 7 Triliun, tapi sekarang tidak sampai Rp 2 Triliun. Kantor bisa listriknya nyala saja sudah untung apalagi membuat program baru,” ujarnya.

Tahun 2021, kata Anas sekaligus menjadi tantangan pemimpin ke depan. Karena dirinya tidak lagi menjabat sebagai bupati. “Di tengah anggaran kita yang ketat, karena transfer berkurang dan APBD berkurang. Saya hanya berpesan agar musim politik ini dapat berjalan aman dan lancar. Tidak ada konflik Sehingga, siapa saja yang memimpin bisa langsung bekerja meneruskan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya. (rin/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar