Ekbis

Tangkal Covid-19, Petrokimia Gresik Pakai GeNose C19 untuk Screening Karyawan

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih saat mencoba GeNose C19 buatan UGM

Gresik (beritajatim.com) – Perusahaan Petrokimia Gresik (PG) memakai alat pendeteksi virus GeNose C19 buatan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk screening karyawan organik maupun non organik. GeNose C19 ini guna memutus mata rantai serta menangkal penyebaran virus Covid-19.

Perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia itu membeli 10 unit GeNose C19 senilai Rp 620 juta. Alat pendeteksi itu bakal ditempatkan di pintu masuk sebelum karyawan PG melakukan aktivitas.

Sebelum digunakan, Direksi Pupuk Indonesia (PI), dan PG datang langsung ke kampus UGM Jogyakarta sekaligus mencoba alat GeNose C19 yang menjadi riset anak bangsa.

Pengadaan GeNose C19 ini sebagai bentuk untuk memerangi virus covid. Pasalnya, sebagai perusahaan obyek vital nasional tidak boleh terganggu operasionalnya menjaga ketahanan pangan nasional khususnya di sektor pertanian.

“Petrokimia Gresik mendapat amanah menyalurkan pupuk subsidi paling banyak diantara anggota holding Pupuk Indonesia lainnya, yaitu 4,9 juta ton. Langkah pencegahan atau deteksi dini Covid-19 menggunakan GeNose C19 semakin relevan,” ujar Komisaris Utama PG Purwanto T. Nugroho, Sabtu (6/02/2021).

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih menambahkan tahap awal, ada 10 unit GeNose C19 ini akan digunakan untuk screening Covid-19 bagi karyawan organik maupun non-organik. Tujuannya sebagai upaya pencegahan penularan virus.

“Sampai saat ini kami masih terus melakukan massive testing dan intensive tracing. Keberadaan alat ini, maka metode antigen hanya digunakan untuk intensive tracing saja, sedangkan massive testing atau rapid massal menggunakan GeNose C19.

“Kami berharap cakupan massif testing bisa lebih banyak dengan biaya yang lebih efisien,” imbuhnya.

Digna juga menegaskan bahwa tidak ada keraguan sedikitpun menggunakan GeNose C19 karena alat tersebut telah melalui uji diagnostik hingga izin edar telah dikeluarkan Kemenkes.

Berdasarkan hasil uji yang dilakukan UGM, akurasi alat ini mencapai 97 persen, sehingga sangat membantu mencegah penularan Covid-19 di lingkungan perusahaan.

GeNose C19 merupakan alat deteksi Covid-19 dengan waktu pengecekan yang singkat, akurasi tinggi dan biaya yang jauh lebih efisien. Alat ini mampu mengidentifikasi Covid-19 dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas.

Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose C19, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil.

Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose C19 bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Dr. Paripurna menyatakan kedepan akurasi GeNose akan semakin tinggi serta dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit lain yang memiliki kemiripan yang sama, misalnya seperti penyakit TBC.

“Pemilik alat ini tidak perlu membeli GeNose baru, cukup di-inject dengan sensor lain untuk dapat mendeteksi penyakit lainnya,” pungkasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar