Ekbis

Tahun Baru, Harga Cabai Rawit di Mojokerto Naik

Pedagang sayur mayur di Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Harga bumbu dapur, cabai rawit di sejumlah pasar di Kabupaten Mojokerto mengalami kenaikan sebesar 37,6 persen jelang tahun baru. Cabai rawit naik dari Rp39.250 per kilogram pada minggu lalu menjadi Rp54 ribu per kilogram, sementara harga tomat turun menjadi Rp9.250 per kilogram.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengatakan, perkembangan harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kabupaten Mojokerto diambil sampling di empat pasar dalam setiap minggu sehingga terkoreksi pergerakannya.

“Pasar Mojosari, Pasar Pohjejer di Kecamatan Gondang, Pasar Kedung Maling di Kecamatan Sooko dan Pasar Gempol Krep di Kecamatan Gedeg. Dari keempat pasar yang dipantau dalam setiap minggunya, pergerakan harga, distribusi dan alokasi terpantau,” ungkapnya, Rabu (30/12/2020).

Masih kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto ini, naiknya harga cabai rawit di Kabupaten Mojokerto karena disebabkan faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi membuat tanaman cabai di Kabupaten Mojokerto busuk.

“Selain harga cabai rawit yang naik, juga ada harga kubis yang mengalami kenaikan sebesar 24,1 persen. Yakni menjadi Rp10.500 per kilogram. Juga ada harga ikan asing naik 16,5 persen menjadi Rp55.500 per kilogram. Sedangkan harga wortel juga naik 11,8 persen atau menjadi Rp9.750 per kilogram,” katanya.

Sementara untuk harga telur di Kabupaten Mojokerto, lanjut Bambang juga turun sebesar 10,1 persen. Yakni sebesar Rp24.500 per kilogram dari Rp27.250 per kilogram pada minggu lalu. Menurutnya, harga tersebut masih normal karena peternak telur ayam masih bisa untung.

“Harga telur ayam di kisaran Rp21 ribu sampai Rp24 ribu per kilogram, masih normal tapi kalau sudah di bawah Rp20 ribu. Kasihan peternaknya. Harga daging ayam juga relatif stabil, belum ada lonjakan yakni Rp33 ribu per kilogram. Tapi jika harga dibawah Rp30 ribu, juga kasihan peternak,” jelasnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar