Ekbis

Sumenep Alami Deflasi Terbesar Kedua di Jawa Timur

Sumenep (beritajatim.com) – Pada bulan Februari 2019, Kabupaten Sumenep mengalami deflasi 0,37 persen. Sedangkan Jawa Timur juga mengalami deflasi sebesar 0,18 persen, dan Nasional mengalami deflasi 0,08 persen.

“Bulan Februari semuanya mengalami deflasi. Bahkan di 8 kota IHK (indeks harga konsumen), semuanya mengalami deflasi. Sumenep deflasi terbesar kedua setelah Malang. Untuk Malang deflasinya 0,42 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Syaiful Rahman, Selasa (05/04/2019).

Dari tujuh kelompok pengeluaran, tiga kelompok mengalami deflasi, dan empat kelompok mengalami inflasi. Kelompok bahan makanan mengalami deflasi tertinggi yakni 1,59 persen, diikuti kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan, mengalami deflasi sebesar 0,13 persen. Selain itu, kelompok sandang juga mengalami deflasi 0,01 persen.

“Sedangkan yang mengalami inflasi diantaranya adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, sebesar 0,20 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar, juga mengalami inflasi sebesar 0,09 persen,” terangnya.

Syaiful memaparkan, komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi adalah bawang merah, daging sapi. Dan cumi-cumi. Sebaliknya, komoditas utama yang mendorong inflasi adalah bawang putih, rokok kretek filter, dan ikan tongkol pindang.

“Sedangkan untuk laju inflasi komulatif Sumenep di bulan Februari mencapai minus 0,05 persen. Angka ini lebih rendah dibanding Jawa Timur 0,16 persen, dan Nasional 0,24 persen,” ucapnya.

Sementara untuk laju inflasi year on year Sumenep pada Februari mencapai 2,03 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 2,24 persen, dan nasional 2,57 persen. [tem/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar