Iklan Banner Sukun
Ekbis

Sukses Kendalikan Inflasi, Pemkab Jember Dapat Hadiah Rp 10 M dari Menkeu Sri Mulyani

Bupati Hendy Siswanto dalam acara tasyakuran Hari Tani Nasional, di Jember, 27 September 2022

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dinilai berhasil mengendalikan inflasi oleh pemerintah pusat. Ganjaran hadiahnya adalah Dana Insentif Daerah (DID) dari Kementerian Keuangan RI sebesar Rp 10,36 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jember mengalami deflasi 0,47 persen secara bulanan, dan secara tahunan (year on year) mengalami inflasi sebesar 5,75 persen. Komponen bahan makanan mengalami deflasi bulanan sebesar 3,17 persen dan komponen energi mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

“Kabupaten kita dinilai bisa menekan inflasi. Alhamdulillah. Ini bukan masalah hadiahnya, tapi komitmen Pemkab Jember bersama Forkopimda, organisasi-organisasi terkait, teman-teman media, perguruan tinggi, pegiat UMKM, teman-teman seni budaya, pelaku event, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bergerak bersama-sama,” kata Bupati Hendy Siswanto, Selasa (27/9/2022).


Menurut Hendy, kearifan lokal adalah kunci menekan inflasi. “Grass root harus kita gerakkan. Saya punya sumber daya manusia di Jember besar, 2,6 juta. Ini aset. Kedua, saya punya Forkopimda yang luar biasa, termasuk teman-teman DPRD, mendukung penuh event-event besar. Kami punya banyak perguruan tinggi dan pesantren. Selaras itu, saya gunakan semua untuk melakukan kegiatan nyata,” katanya.

Kegiatan nyata yang dimaksud Hendy adalah kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar yang memicu transaksi perdagangan di tingkat masyarakat bawah. “Contoh kegiatan Kick Off Satu Abad NU, ada 650 pesantren hadir. Luar biasa, ada 220 UMKM yang berpartisipasi dan yang hadir puluhan ribu orang. Ini salah kegiatan nyata yang mengolaborasikan UMKM, potensi SDM, dan institusi pondok pesantren,” katanya.

Hendy mendorong OPD di semua level, termasuk kelurahan dan desa, untuk menggelar kegiatan yang memungkinkan pergerakan ekonomi sekecil apapun. “Ini kalau sekabupaten kegiatan dilakukan bersama-sama, uang berputar, tentunya bisa efektif menekan inflasi. Karena semakin lama terjadinya transaksi, maka yang diperoleh adalah efisiensi. Itu hukum dagang sederhana: kalau dagangan laris, lama-lama biaya (produksi) menjadi efisien dan harga (barang) jadi kompetitif, bisa dilihat warga kabupaten sekitar,” katanya.

Menurut Hendy, sebagian warga di kabupaten tetangga Jember seperti Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang membelanjakan uang di kota ini. “Dengan kondisi seperti ini, harga BBM naik pun, kita tidak terlalu terdampak. Daya beli kami masih bisa masuk, karena perputaran keuangan di Jember cepat. Salah satu caranya kita mau membeli produk kita sendiri. Kearifan lokal wajib. Jangan terlalu berharap ke pemerintah provinsi dan pusat, karena mereka sudah punya problem yang lebih besar daripada kita,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar