Ekbis

Stop Cemas, Pupuk Bersubsidi di Ponorogo Masih 18 Ribu Ton

Untuk musim tanam ke tiga, pupuk bersubsidi di Ponorogo masih mencukupi. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Para petani di Ponorogo tidak perlu khawatir menjelang masa tanam ke tiga nanti. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, kuota pupuk bersubsidi masih banyak. Alokasi pupuk bersubsidi tahun ini masih menyisakan 18 ribu ton. Sebab, tahun ini Ponorogo mendapatkan penambahan kuota. Jika pada alokasi lama sebesar 79.632 ton, setelah penambahan menjadi 92.144 ton. Yang diperuntukan untuk lahan persawahan 34.801 hektar. Dari jumlah tersebut, penyerapan pupuk subsidi di Ponorogo hingga bulan Oktober lalu sudah mencapai 80 persen atau 73.455, 81 ton.

“Menjelang musim tanam ketiga ini, penyerapan pupuk bersubsidi di Ponorogo terbilang tinggi. Hingga bulan Oktober lalu sudah mencapai 80 persen,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bidang Prasaran dan Sarana Pertanian (PSP) Dipertahankan Ponorogo Mahendro Arso, Senin (16/11/2020).

Realisasi pupuk subsidi yang mencapai 73.455, 81 ton itu rinciannya, pupuk Urea : 23.35 ton, SP-36 : 3.010 ton, ZA : 8.263 ton, NPK: 23.726 ton, dan Organik: 14.793 ton. Sehingga pupuk bersubsidi yang belum terserap saat ini mencapai 18.687 ton. Jumlah tersebut tersebar di 5 distributor dan 192 kios.

Hendro panggilan akrab Mahendro Arso mengatakan, penentuan alokasi pupuk bersubsidi ini, ditentukan oleh Kementrian Pertanian melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01 tahun 2020, tentang alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020. Kemudian diteruskan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah.

Dipertahankan Ponorogo, kata Mahendro Arso menepis adanya kelangkaan pupuk bersubsidi di bumi reyog. Tidak adanya pupuk ini, dikarenakan belum adanya usulan kebutuhan pupuk dari petani ke kios. Sehingga, kios juga belum bisa melakukan pengajuan kebutuhan pupuk ke distributor, meski stok pupuk di Ponorogo masih banyak.

“Setelah kami telusuri di lapangan, ternyata belum ada petani yang mengusulkan kebutuhan untuk musim tanam berikutnya. Sebab, kios mendatangkan pupuk itu dasarnya dari pengajuan para petani melalui kelompok tani (poktan),” katanya.

Maka dari itu, Hendro berharap para petani untuk segera mengajukan usulan kebutuhan pupuknya. Karena bila tidak segera diusulkan, pihaknya khawatir hingga bulan Desember nanti sisa realisasi pupuk bersubsidi tidak terserap. “Kami menghimbau para petani untuk segera melakukan pengajuan kebutuhan pupuk melalui poktan. Supaya pupuk bersubsidi tersebut bisa terserap,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar