Ekbis

Stok Sayuran di Ponorogo Tercukupi Tanpa Pasokan dari Magetan

Pedagang sayuran di salah satu pasar tradisional di Ponorogo.(foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kabupaten Magetan menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang merupakan zona merah pendemi virus corona. Tak ingin status tersebut melebar ke wilayah Ponorogo, pemda setempat melakukan pengetatan di daerah yang berbatasan langsung dengan daerah yang berada di lereng Gunung Lawu tersebut. Selain itu, sejak hari Jumat (27/3/2020) lalu, ada kebijakan pelarangan pedagang sayur asal Magetan masuk kota reyog.

Meski ada pelarangan, tidak ada kekhawatiran dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (Dipertahankan) Ponorogo terkait kebutuhan sayur disini. Sebab mereka mengeklaim kebutuhan sayur bisa tercukupi dari kecamatan-kecamatan penghasil holtikultura.

“Dengan dilarangnya pedagang sayur dari Magetan ke Ponorogo, tidak terlalu berpengaruh, sebab stok sayur kami cukup,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Medi Susanto, Senin (30/3/2020).

Dari catatan Dipertahankan Ponorogo, sejumlah kecamatan menjadi sentra penghasil sayuran. Diantaranya kecamatan Pudak sebagai penghasil wortel, sawi, bawang daun, buncis. Untuk kacang panjang, tomat, terong dihasilkan dari kecamatan Mlarak. Sementara itu untuk bawang merah dan cabai merah besar dari Kecamatan Sawoo. Sedangkan cabe rawit, bayem, kangkung dan labu siam Masing-masing dari Kecamatan Jambon, Balong, Jetis, dan Ngebel. “Bahkan sebelum ada virus corona ini, sayur dari Pudak juga ada yang dikirim ke Magetan,” katanya.

Medi mengakui jika dengan adanya kebijakan tersebut, harga sayuran di Ponorogo ada kenaikan. Dia menilai itu merupakan hal wajar. Sebab disaat jumlahnya mengalami penurunan, otomatis harga mengalami peningkatan. Namun peningkatannya pun tidak terlalu signifikan. “Dengan data yang ada di kami, setidaknya stok sayuran dan pangan untuk Ponorogo bisa tercukupi untuk 2 bulan ke depan,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar