Ekbis

Stok Beras di Ponorogo Aman Sampai Juni

Kebutuhan beras di masa pandemi Covid-19 di Ponorogo bisa tercukupi. [Foto/Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Panen raya padi di Ponorogo yang berlangsung beberapa pekan di bulan April lalu membuat stok beras untuk wilayah bumi reyog aman. Di masa pandemi Covid-19, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan (Dipertahankan) Ponorogo mencatat ada surplus hasil panen padi.

“Pada panen raya padi bulan April kami menghasilkan 1,72 ton padi per hektar. Jadi stok beras dipastikan aman hingga bulan Juni nanti,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dipertahankan Medy Susanto, Sabtu (23/5/2020).

Jumlah tersebut merupakan hasil panen dari 28.274 hektare lahan di Ponorogo yang ditanami padi. Alhasil, rata-rata produksi padinya sekitar 1,6 ton per hektare-nya. Dipertahankan mencatat, rata-rata konsumsi beras 870.705 jiwa di Ponorogo sebanyak 241.838 kuintal, maka ada selisih sebanyak 88.301 ton.

Dengan adanya surplus dari panen raya tersebut, Medi optimistis tidak ada gejolak harga beras di pasaran. Sehingga diharapkan daya beli masyarakat cukup untuk mencukupi kebutuhan beras di rumah tangga masing-masing. “Jadi meski dimasa pandemi, masyarakat tidak khawatir akan kekurangan bahan pangan,” katanya.

Terlebih lagi, imbuh Medi, produksi sayur mayur juga terus berjalan tanpa kendala. Bahkan di masa pandemi Covid-19 ini, pemkab setempat memfasilitasi produk sayur dan buah-buahan dari Kecamatan Pudak untuk dipasarkan di 18 pasar tradisional di Ponorogo.

Sebab sebelumnya, petani disana mengeluhkan kesulitan memasarkan produk pertanian di Pudak ke luar daerah. “Disaat pandemi ini, malah masyarakat Ponorogo yang menikmati sayur dan buah-buahan berkwalitas dari kecamatan Pudak,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar