Ekbis

Stakeholders Pun Harus Terapkan K3

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan kerja bagi pekerja non formal dan UMKM, Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) menggelar Fokus Grup Discussion (FGD) dengan tema ‘Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor Non Formal di Jawa Timur’. FGD yang berlangsung pada Rabu (5/2/2020) itu bertempat di Hotel Grand Inna Simpang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, DR. Himawan Estu Bagijo, SH, MH yang juga sebagai ketua DK3P Jatim di tengah-tengah acara menjelaskan bahwa FGD tersebut dilakukan untuk bermufakat dan bicara bersama untuk merumuskan format dalam rangka membangun kesadaran K3 bersama para stakeholder, sehingga diharapkan para pekerja non formal mendapatkan perlindungan K3.

Sementara itu, menurut Dr. Erwin Dyah Nawawinetu, M.Kes yang menjadi moderator FGD mengatakan bahwa dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat mengetahui kinerja K3 di Provinsi Jawa Timur yang sebenarnya. Demikian juga pada akhirnya akan mendapatkan usulan, saran serta masukan yang konstruktif tentang implementasi K3 di Jawa Timur.

Panitia penyelenggara FGD DK3P Jatim, Edi Priyanto menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 60 peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintahan seperti, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perhubungan.

Juga hadir para akademisi dari berbagai perguruan tinggi seperti: Universitas Airlangga, Universitas NU Surabaya, Universitas Jember, Universitas Darussalam Gontor, Politeknik Perkapalan Surabaya (PPNS), Serikat Buruh/Pekerja, Para Praktisi K3 dari berbagai perusahaan, Asosiasi/Organisasi K3 serta para pelaku usaha UMKM.

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian 50 tahun peringatan K3 Nasional 2020 di Provinsi Jawa Timur. Disamping FGD, DK3P Jatim juga menyelenggarakan kompetisi fotografi tentang perilaku K3 yang terbuka diikuti oleh mahasiswa dan umum, juga membuka kesempatan kepada para awak media baik cetak, online dan elektronik untuk mengikuti lomba karya jurnalistik dengan tema optimalisasi Budaya K3 pada Era Industri 4.0 di Jawa Timur,” jelas Edi.

Beberapa usulan dan masukan guna mewujudkan budaya K3 baik pada sektor formal maupun non formal di Jawa Timur maka perlu dilakukan berbagai upaya diantaranya seperti perlunya dilakukan program edukasi tentang K3 sejak dini melalui lingkungan sekolah baik tingkat TK dan SD hingga perguruan tinggi.

Edukasi juga perlu dilakukan kepada para pelaku usaha dan UMKM dengan melibatkan multi stakeholder agar dapat tercapat tepat sasaran. Pendataan terhadap data kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja perlu tetap dilakukan untuk mengetahui tingkat kejadian dan pemetaan risiko pada masing-masing daerah baik Kabupaten maupun Kota.

“Keterlibatan masyarakat dalam pembudayaan dan kesadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan juga tak luput dari perhatian, idealnya para pengurus RT maupun RW mestinya ikut peduli terhadap perilaku dan kondisi berbahaya yang berada dilingkungannya agar dapat dicegah sehingga tidak sampai menimbulkan kejadian kecelakaan maupun sakit,” pungkas Edi. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar