Iklan Banner Sukun
Ekbis

Stabilkan Harga Telur, Ini 10 Poin Keinginan Peternak Ayam Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Puluhan peternak yang tergabung dalam Perkumpulan Peternak Ayam Petelur Ponorogo (PPAPP), ngeluruk ke gedung DPRD Ponorogo. Kedatangan mereka ke kantor wakil rakyat itu, untuk memperjuangkan usaha meraka saat ini.

Ya, usaha ternak ayam petelur mereka serasa berada di ujung tanduk. Harga telur anjlok, namun harga pakan malah naik. Ditambah, Ponorogo dimasuki telur-telur dari luar daerah, hingga mengakibatkan telur hasil peternak lokal sulit terserap pasar.

Ketua PPAPP, Eny Kustianingsih mengungkapkan ada 10 poin tuntutan atau keinginan peternak yang akan diutarakan kepada kalangan dewan dan eksekutif. Salah satu poin yang terpenting ialah, peternak ingin pemangku kepentingan di Ponorogo bisa mengusahakan stabilitas harga telur lokal.

“Bukan tuntutan, tapi 10 poin keinginan para peternak di Ponorogo, supaya usahanya masih bisa berjalan,” kata Eny usai melakukan hearing dengan anggota dewan dan kalangan eksekutif, Selasa (28/9/2021).

Mereka meminta pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo lebih memperhatikan keberadaan peternak ayam petelur ini. Eny menjelaskan spesifik, bahwa pihaknya juga ingin diperhatikan seperti perhatian pemerintah kepada para petani.

“Kami ingin perhatian pemerintah kepada kelompok peternak ini, sama seperti pemerintah memperhatikan Gapoktan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan  peternak ayam petelur di Ponorogo melakukan hearing dengan komisi B DPRD Ponorogo. Sejumlah tuntutan peternak yang mengatasnamakan, Perkumpulan Peternak Ayam Petelur Ponorogo (PPAPP) itu, diutarakan kepada wakil rakyat pada hari Selasa (28/9) di ruang Banggar DPRD Ponorogo. Selain dari Komisi B, hearing juga diikuti oleh perwakilan dinas terkait. Yakni Dinas Perdagkum, Dispertahankan dan Dinsos P3A Ponorogo. Wadulnya para peternak ayam petelur ini, tidak lain karena murahnya harga telur di pasaran. (end/ted)

Ini 10 poin permohonan peternak Ponorogo

1. Stabilitas harga telur lokal.
2. Terbitnya perpres untuk melindungi UMKM.
3. Keterlibatan bulog untuk menstabilkan harga jagung untuk peternak lokal.
4. Jangan sampai ada budi daya unggas atau plasma-plasma dari integrator di wilayah Ponorogo.
5. Disediakannya ruang untuk bazar telur di tempat-tempat wisata (Dinas Pariwisata).
6. Terbitnya Perbup pasar modern untuk disuplai telur lokal.
7. Pembelian telur lokal oleh ASN minimal 10 butir per orang.
8. Perhatian pemerintah daerah untuk kelompok peternak, seperti halnya ke Gapoktan.
9. Minta ruang untuk gelar bazar di sekitaran alon-alon minimal 1 minggu sekali.
10. Menerbitkan perbup untuk program pemerintah dengan memakai produk lokal.


Apa Reaksi Anda?

Komentar