Iklan Banner Sukun
Ekbis

Sorgum Lamongan, Komoditas Pangan yang Potensial dan Penuh Manfaat

Suasana saat berlangsungnya panen raya sorgum di Desa Pucakwangi Kecamatan Babat Lamongan, Senin (2/10/2021), yang dihadiri sejumlah pejabat.

Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati tiap 16 Oktober, Kementerian Pertanian RI melakukan panen serentak secara virtual di seluruh Indonesia, Senin (25/10/2021).

Panen dan tanam raya berbagai komoditas pertanian tersebut dilakukan dari 41 titik lokasi yang berbeda untuk menandai peringatan HPS yang ke-41, dan salah satu titik lokasi yang dipilih itu adalah Kabupaten Lamongan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan, komoditi yang akan ditanam-panen kali ini berupa tanaman pangan jagung, sorgum, kedelai, kacang tanah, perkebunan kelapa sawit dan kakao, hortikultura, cabe, tomat, brokoli, bawang merah, dan bunga hias.

Suasana saat berlangsungnya panen raya sorgum di Desa Pucakwangi Kecamatan Babat Lamongan, Senin (2/10/2021), yang dihadiri sejumlah pejabat.

Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo dalam memastikan ketersediaan pangan. “Sesuai dengan arahan Pak Presiden, hal ini merupakan upaya kita dalam memastikan ketersediaan bahan pangan, menjaga stabilitas harga, dan menyiapkan kesejahteraan pertanian,” ucap SYL.

Turut mengikuti secara virtual kegiatan panen raya tersebut di antaranya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Abdul Rouf, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo, Kepala Dinas TPHP Lamongan Sukriyah, dan jajaran forkopimda lainnya dengan melaksanakan panen raya sorgum dari Desa Pucakwangi Kecamatan Babat Lamongan.

Suasana saat berlangsungnya panen raya sorgum di Desa Pucakwangi Kecamatan Babat Lamongan, Senin (2/10/2021), yang dihadiri sejumlah pejabat.

Diketahui, sorgum yang memiliki nama lain jagung cantel atau orean ini telah puluhan tahun dikenal oleh masyarakat Lamongan, dengan sentra sorgum sebagai identitas komoditas tanaman lokal adalah Kecamatan Babat. Memiliki potensi lahan 211 hektar dengan produktivitas rata-rata 6,48 ton per hektar, dihasilkan produksi sebesar 1.264 ton biji sorgum.

“Sorgum merupakan salah satu komoditas pangan sangat potensial guna mendukung diversifikasi pangan. Kabupaten Lamongan mempunyai potensi tanam sorgum seluas 300 hektar. Pasca panen sudah kami laksanakan, ada beras, popcorn dan beberapa pengolahan lain, ada kecap juga, ini berarti tanaman sorgum cukup memberikan nilai tambah bagi petani,” ungkap Bupati Lamongan saat bediskusi bersama Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Tak hanya itu, Pria yang akrab disapa Bupati YES ini juga menyampaikan tentang apa yang menjadi keinginannya, dan kendala yang harus dihadapi pada sektor tanaman sorgum di Kabupaten Lamongan.

“Kami ingin ada industri yang bergerak dengan basis sorgum, karena sorgum ini termasuk salah satu komoditi pangan yang sangat bermanfaat, mempunyai kadar kalori yang rendah. Mudah-mudahan nanti ada bantuan sarana prasarana yang dapat digunakan petani sorgum ini untuk industri olahan yang lebih lengkap,” paparnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar