Ekbis

Smartfren Perkenalkan Pemancar Seberat 20 Kg untuk Nikmati Teknologi 5G

Sebuah antena pemancar berukuran kecil atau small cell tertempel di bagian atas gerai Smartfren di kawasan Ketintang Surabaya. [Foto: Yusuf Wibisono]

Pasuruan (beritajatim.com) – PT Smartfren Telecom Tbk terus tancap gas untuk menyiapkan teknologi komunikasi berbasis 5G. Salah satunya adalah dengan memasang small cell di ribuan titik. Small cell adalah pemancar berukuran kecil. Beratnya hanya 20 kilogram (Kg). Pemasangannya tidak menggunakan tower dengan ketinggian 30 meter lebih.

Namun, perangkat ini hanya ditempel di gedung, di tembok rumah, atau di tiang listrik. Hal itu tentu berbeda dengan teknologi pemancar BTS saat ini yang menggunakan tower, memerlukan lahan luas, serta berat peralatannya mencapai 3 kuintal. “Piranti yang digunakan untuk teknologi 5G tidak lagi menggunakan tower. Namun menggunakan small cell,” kata VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo, Sabtu (26/10/2019), saat acara Media Experience East Java di Plataran Bromo, Pasuruan.

Menurut Munir, salah satu syarat teknologi 5G adalah hadirnya perangkat small cell tersebut. Oleh karenanya, Smartfren sudah memasang ribuan pemancar kecil itu. “Kami sudah memasang di Jawa dan Sumatera. Jumlahnya ribuan. Ini salah satu persiapan kami menuju 5G,” katanya merinci.

Bagimana dengan Surabaya? Walhasil, di Surabaya, lanjut Munir, small cell juga sudah terpasang. Jumlahnya sebanyak 273 unit. Sebagai contoh, Munir lantas menunjukkan lokasi terpasangnya small cell di dua titik. Pertama di Gerai Smartfren Ketintang Surabaya.

Piranti tersebut menempel di tembok gedung bagian atas. Bentuknya seperti antena. Lokasi kedua, small cell menempel di tiang penerangan jalan dengan ketinggian sekitar 17 meter di kawasan Masjid Agung Al Akbar Surabaya.

“Teman-teman bisa melihat sendiri di dua lokasi ini. Bentuknya kecil sehingga tidak memakan tempat. Di Surabaya sudah ada 273 unit small cell. Kalau di seluruh Jatim ada 341 unit. Sedangkan di seluruh Jawa dan Sumatera jumlahnya ribuan,” ungkap Munir.

Munir memastikan, hadirnya teknologi 5G tidak lantas menghapus generasi 4G. Pasalnya, kedua teknologi itu memiliki spesifikasi berbeda. Teknologi 5G lebih digunakan untuk kepentingan industri. Semisal untuk menjalankan mesin-mesin pabrik. Sedangkan 4G masih pada tataran perangkat mobile.

“Contohnya seperti ini, 5G bisa digunakan untuk aplikasi menjalankan kendaraan tanpa sopir. Jadi jangan kaget kalau 5G sudah dirilis, ada mobil yang bisa berjalan sendiri. Nah, salah satu syarat 5G itu adanya penggunaan small cell tadi,” jelas Munir.

Meski demikian, ribuan small cell milik Smartfren tersebut tidak lantas menganggur karena 5G belum dirilis secara resmi. Untuk sementara, pemancar kecil tersebut dimanfaatkan untuk jaringan 4G. “Kita tinggal menunggu pemerintah. Begitu 5G dilaunching, perangkat kita sudah siap,” pungkasnya. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar