Ekbis

SIG Sulap Kawasan Green Belt Jadi Budidaya Anggur dan Jeruk

Gresik (beritajatim.com) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG tak henti-hentinya membudidayakan kawasan tambang (Green Belt) menjadi wahana pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Kali ini perusahaan dengan kode emiten SMGR itu bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementerian Pertanian serta Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, melakukan budidaya tanaman anggur, lengkeng dan jeruk di area green belt.

Dengan menempati area seluas 1 hektar di Pabrik Tuban, budidaya tanaman anggur dan lengkeng dikembangkan di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Tuban dengan melibatkan 50 petani green belt. Salah satu petani green belt binaan SIG, Kawan (56) menuturkan, dirinya senang bisa belajar menanam tiga jenis tanaman buah tersebut. Apalagi didampingi langsung tim dari Balitjestro.

“Perawatan tanaman buah ini memang agak rumit, tapi karena didampingi, ya lama-lama bisa juga. Kami diajari mulai cara menanam, pemupukan, pengairan sampai panen nanti,” ujarnya, Sabtu (26/09/2020).

Peneliti Ahli Madya Balitjestro Kementerian Pertanian Anang Triwiratno mengatakan, SIG memiliki kekayaan alam luar biasa berupa tanah subur di lahan green belt dan kawasan tambang yang berpotensi untuk membudidayakan tanaman buah.

“Sejak 2019 kami bekerja sama dengan SIG dalam bentuk pendampingan teknologi inovatif pengembangan tanaman berkelanjutan dengan memberikan 12.000 bibit buah serta cara pembuatan demplot, pelatihan, pembinaan kelembagaan, dan asistensi pertanaman bagi petani green belt,” katanya.

Anang Triwiratno menambahkan, hingga saat ini lahan yang ditanami oleh petani tumbuh dan berkembang dengan baik. Bahkan, ada yang di atas rata-rata. “Kami berharap melalui program ini nantinya hasil panen petani green belt berupa jeruk, anggur dan lengkeng dapat menjadi produk unggulan buah lokal,” imbuhnya.

Budidaya tanaman buah ini, lanjut dia, selain dapat meningkatkan produktifitas kawasan lahan tambang dan green belt juga dapat menambah penghasilan bagi para petani.

Sementara itu, General Manager of Mining & Raw Material SIG, Musiran, menjelaskan, setelah dilakukan penelitian, Tim Balitjestro menilai lahan green belt Pabrik Tuban cocok untuk ditanami jeruk, anggur dan lengkeng. Tiga jenis tanaman itu dipilih karena masih jarang dibudidayakan di Tuban, terutama jeruk dan anggur.

“Total yang telah ditanam di kawasan tambang sebanyak 10.000 pohon yang tersebar di area green belt, selain itu juga sebagian ditanam di area demplot sebanyak 142 bibit anggur, yaitu jenis Jestro AG-86, Prabu Bestari, Jan Ethes SP1, dan Probolinggo Biru. Serta 60 bibit lengkeng jenis kateki, 127 bibit jeruk keprok Madura dan keprok tejakula,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar