Iklan Banner Sukun
Ekbis

SIG dan Kementrian PUPR Bekali Ilmu 117 Tenaga Kontruksi

Gresik (beritajatim.com) – Untuk kesekian kalinya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerja sama dengan Dirjen Bina Kontruksi Kementrian PUPR. Kerja sama dalam membekali ilmu terhadap 117 tenaga konstruksi, dengan cara diberi pelatihan.

Mereka diberi pelatihan yang disebar di sejumlah tempat. Misalnya, 60 orang di Balai Jasa Konstruksi wilayah III Jakarta. Sementara 30 orang, serta 27 orang di Balai Jasa Konstruksi wilayah IV Surabaya.

Pelatihan dilakukan selama dua hari. Sedangkan materi pelatihan yang diberikan di antaranya praktik aplikasi penggunaan DynaPump, produk semen khusus untuk aplikasi struktur, atau non-struktur, serta mortar.

Selain itu juga diberikan materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tren konstruksi berkelanjutan, metode konstruksi, serta perkembangan teknologi semen dan produk turunannya.

Direktur Utama SIG Donny Arsal menuturkan, konstruksi di Indonesia menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi nasional terbesar dengan serapan tenaga kerja lebih dari 8 juta jiwa. SIG memiliki visi untuk mendorong inovasi produk dan teknologi konstruksi yang berwawasan masa depan dan berorientasi perlindungan lingkungan.

Ia menjelaskan, selain memiliki portofolio produk semen Non OPC untuk berbagai aplikasi yang dapat mereduksi emisi CO2 sebesar 8 sampai 44 persen, SIG juga menyediakan berbagai solusi beton yang telah dikembangkan. Seperti teknologi konstruksi DynaHome untuk percepatan pembangunan perumahan, SpeedCrete untuk solusi perbaikan perkerasan beton dengan open traffic dalam 4 jam, yang memungkinkan penyelesaian pengerjaan konstruksi jalan yang lebih cepat dan bebas macet.

“Kami juga punya produk ThruCrete, solusi perkerasan beton dengan porositas hingga 35 persen, yang dapat menyediakan daerah resapan air dan mengurangi resiko banjir,” ujarnya, Minggu (10/04/2022).

Masih menurut Donny Arsal, melalui unit pengolahan limbah bernama Nathabumi, SIG memanfaatkan limbah industrial maupun sampah perkotaan sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif melalui metode co-processing. Beberapa jenis limbah industri seperti fly ash, bottom ash dan copper slag, diklaim dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku semen dan produk turunannya.

“Melalui pelatihan ini diharapkan menjadi media untuk para pekerja konstruksi agar terus memperbaharui pengetahuan terhadap kemajuan teknologi, dan metode konstruksi. Pelatihan tersebut akan menjadi salah satu cara peningkatan produktivitas tenaga konstruksi di Indonesia,” ujarnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar