Iklan Banner Sukun
Ekbis

SIG Borong Ribuan Baju Hazmat dari Ibu-ibu Penjahit

Gresik (beritajatim.com)- Guna memperdayakan ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19, produsen semen regional PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG memborong ribuan baju hazmat dari ibu-ibu penjahit di sekitar perusahaan di Gresik.

Ada 30 penjahit yang diberdayakan untuk membuat 1.400 baju hazmat yang nantinya disalurkan ke berbagai daerah Gresik. Selain memproduksi baju hazmat, ada 3.000 masker medis, 1.500 sarung tangan serta 200 face shield didistribusikan ke tenaga kesehatan (nakes) di Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat sekitar.

Sebagai bentuk dukungannya, SIG memberikan bantuan modal senilai Rp 120 juta. Bantuan modal itu, diserahkan General Manager of CSR SIG, Edy Saraya kepada Lurah Sidomoro Christina Triandajani, di Kantor Kelurahan Sidomoro Gresik.

“Pembuatan 1.400 baju hazmat ini di produksi oleh 30 penjahit dan merupakan ibu rumah tangga yang berasal dari Kelurahan Sidomoro, Gending, dan Singosari, Gresik. Sebelumnya ibu-ibu tersebut telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan oleh SIG termasuk bantuan mesin jahit. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan diantaranya metode teori, demonstrasi dan praktik menjahit,” ujar Edy Saraya, Sabtu (14/8/2021).

Ia menambahkan, program ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga dalam rangka mendukung peningkatan ekonomi keluarga serta pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Lurah Sidomoro Christina Triandajani, mengapresia atas perhatian yang diberikan oleh SIG, terutama bagi warganya. “Keikutsertaan ibu rumah tangga dalam memproduksi baju hazmat ini dapat memberikan pemasukan tambahan bagi warga. Ibu-ibu sangat senang bisa terlibat dan menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Bantuan baju hazmat ini, kata dia, sangat penting bagi para nakes dan satgas Covid-19 di desa. “Selama ini kami cukup kesulitan mencari baju hazmat untuk menunjang kerja para anggota nakes dan satgas di desa terutama untuk pemulasaran jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19,” pungkasnya. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar