Ekbis

Bagikan Dividen 40 Persen

SIG Angkat Mantan Dirut Pupuk Indonesia Jadi Komisaris Independen

Gresik (beritajatim.com)- Perusahaan semen dengan kode emiten SMGR, PT Semen Indonesia (persero) Tbk atau SIG membagikan 40 persen devidennya kepada pemilik saham sebesar Rp 1,12 triliun. Sedangkan 60 persen atau Rp 1,67 triliun ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Pembagian deviden itu, sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2021. Dalam rapat tersebut juga menyetujui penetapan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2020 sebesar Rp2,79 triliun.

Selain membagikan deviden, RUPST 2021 itu juga mengangkat mantan Dirut PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat sebagai komisaris independen menggantikan Mochamad Choliq. Rapat juga mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan yaitu semula Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Jajaran direksi SIG menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2020, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2020, dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2020.

Di RUPST itu juga menyetujui pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2020.

Serta Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2020, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2020.

Tahun 2020 SIG berhasil meraih pertumbuhan kinerja yang positif. SIG berhasil mencatatkan kenaikan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 16,73 persen menjadi Rp2,79 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp2,39 triliun.

Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, Beban Pokok Pendapatan tahun 2020 mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan sehingga mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80 persen.

Selain itu, perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif.

Ditengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, SIG melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Srilanka dan China. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar