Ekbis

Siaga Musim Tanam, Gudang Pupuk Bersubsidi Disidak 

Gresik (beritajatim.com) – Menjaga kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di sejumlah daerah. Petinggi produsen pupuk, Petrokimia Gresik (PG) melakukan inspeksi mendadak di gudang pupuk bersubsidi terkait dengan siaga musim tanam Oktober 2020 dan Maret 2021.

Beberapa gudang pupuk bersubsidi seperti di Bojonegoro, Madiun, Probolinggo, Pasuruan Jawa Timur. Tak luput disidak. Hal yang sama dilakukan  di Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Solo Jawa Tengah juga turut disidak. Terbaru gudang pupuk bersubsidi Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB) juga disidak.

“Sidak ini kami ingin memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang serta distributor resmi hingga kios,” ujar Dirur PG Dwi Satriyo Annurogo kepada beritajatim.com, Jumat (20/11/2020).

Menurut Dwi Satriyo, tujuan sidak ini karena ketersediaan pupuk menjadi faktor yang sangat vital saat musim tanam, apalagi peningkatan produktivitas pertanian tidak sekadar menjaga ketahanan pangan tapi juga sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional akibat wabah Covid-19.

“Secara nasional, pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 951 ribu ton, atau dari 7,9 juta ton menjadi 8,8 juta ton. Sedangkan penugasan PG bertambah sebanyak 258.832 ton, naik dari 4,7 juta ton menjadi 4,9 juta ton,” ungkapnya.

Agar ditribusi pupuk distribusi tepat waktu. Distributor dihimbau untuk terus melakukan penebusan pupuk-pupuk bersubsidi untuk selanjutnya didistribusikan kepada kios-kios resmi.

“Kami bersama distributor menjamin bahwa pupuk bersubsidi selalu tersedia di seluruh gudang penyangga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan akan disalurkan sesuai dengan alokasi dari pemerintah,” kata Dwi Satriyo.

Khusus staf perwakilan daerah dan penjualan (SPDP) dan petugas penjualan daerah (PPD). Dihimbau bisa lebih aktif untuk menggandeng Kios, Kelompok Tani, Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten untuk memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi.

“Berikan edukasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi terutama di masa-masa relaksasi penggunaan Kartu Tani, supaya tidak terjadi kebingungan, baik di tingkat petani maupun kios,” ujar Dwi Satriyo.

Selain menyediakan pupuk bersubsidi. Perusahaan ‘plat merah’ ini juga menyediakan pupuk non-subsidi di kios-kios. Seperti pupuk NPK Phonska Plus, Petro Ningrat, SP-36, ZA, dan Petro Nitrat bisa menjadi alternatif pilihan.

Yang perlu digaris bawahi, pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani dan menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK). Sebab, hal ini adalah syarat wajib bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di kios resmi. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar