Ekbis

Setahun Pandemi Covid-19, Tanaman Hias Asal Gresik Kebanjiran Pesanan

Seorang penghobi tanaman hias asal Gresik sedang menata tanamannya sebelum diorder oleh pembeli

Gresik (beritajatim.com) – Selama satu tahun lebih pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun, hal itu tidak menyurutkan para penghobi tanaman hias asal Gresik untuk terus berkreasi. Dengan memanfaatkan lahan yang sempit di sekitar rumah. Hobi merawat tanaman hias malah menjadikan berkah. Seperti yang dilakukan Miftakhur Rohman (38) warga Jalan Bali H1 Perum Sidorukun Indah Gresik.

Dari hobinya itu, kini Mifta nama panggilannya malah kebanjiran pesanan budidaya tanaman hias yang dikembangkan sendiri. Permintaan tanaman seperti sirih, keladi, monsterea, dan kemuning banyak dipesan orang.

Berawal dari hobinya tersebut, bapak satu anak ini sebenarnya baru empat bulan menggeluti dunia tanaman hias. Setelah menjalani merawat tanaman hias. Dirinya, bisa menjual puluhan tanaman tersebut sesuai dari permintaan pembeli.

“Saya juga tidak menyangka, saat ada pandemi Covid-19. Permintaan tanaman hias justru semakin banyak. Sehingga, sampai mendatangkan tanaman hias dari penjual tanaman dan penghobi lain untuk memenuhi permintaan konsumen,” ujar Mifta, Senin (22/03/2021).

Dia menuturkan, kendati ada pandemi Covid-19. Tanaman hias miliknya masih bisa terjual. Kebanyakan permintaan ialah tanaman hias dengan kelas standart meski tak jarang ada yang kualitas super. Untuk kelas standart, harga tanaman hias harganya sekitar Rp 15 ribu sampai jutaan rupiah.

Harga itu berbeda untuk tanaman jenis Keladi hias dan Monsterea. Harga yang dipatok bervariasi, tergantung besar dan banyaknya daun tanamanya. Bila ditotal selama dia budidaya tanan hias ini, omzet minimal penjualan tanaman bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Budidaya tanaman hias ini tidak mudah. Sebab, diperlukan ketelatenan serta kesabaran. Jika tidak sabar hasilnya akan beda. Jatuh bangun pun sudah saya rasakan,” ujar Mifta.

Diakui Mifta, untuk memulai usaha itu. Dirinya cuma memanfaatkan ruang sempit rumahnya yang sekaligus dijadikan tempat budidaya tanaman hias. Saat itu, hanya membudidayakan beberapa tanaman hias. Dari modal yang kecil lalu memiliki banyak jenis tanaman hias lokal maupun tanaman hias dari luar dari hasil tukar tanaman sesama penghobi.

Dari lahan yang sempit itu lanjut dia, dapat membiayai kebutuhan sehari-hari sekaligus bisa membuka jaringan dengan sesama penghobi tanaman hias yang lebih besar. Baik itu di Kabupaten Gresik maupun diluar daerah.

“Tanaman hias sirih sirihan mudah untuk dikembang-biakan tergantung ciri dan keunikanya. Tanaman ini masuk kategori tanaman hias yang mudah dipelihara dan di budidayakan. Tak ada treatment khusus selama membudidayakan,” ungkapnya.

Pria berambut cepak ini juga menyampaikan tanaman hias sirih – sirihan dan Monsterea ini bisa di budidayakan dengan cara okulasi dan memotong batang dengan umur tanaman tiga sampai empat bulan dengan batang sudah tua.

Dirinya optimis bisnisnya ini akan semakin berkembang. Hal ini didasarkan atas perkembangan penghobi tanaman hias yang semakin lama semakin banyak.

“Beberapa tahun lalu tidak sebanyak ini. Saat ini penghobi tanaman hias ini sudah berkembang pesat dan saya berharap tidak menutup diri untuk bekerjasama bagi penghobi lain untuk dalam budidaya maupun berbagi ilmu tentang tanaman hias,” tandasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar