Ekbis

Sertifikasi Profesi di Jawa Timur Masih Kurang

Peserta sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajamen Sumber Daya Manusia (MSDM) Universal, Surabaya.

Malang(beritajatim.com) – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajamen Sumber Daya Manusia (MSDM) Universal, Surabaya mengungkapkan minat pekerja di Jawa Timur untuk sertifikasi profesi masih kurang. Berdasarkan data dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terjadi penurunan jumlah tenaga kerja yang tersertifikasi pada 2020, yakni sebanyak 205 ribu orang. Padahal pada periode 2019 jumlah tenaga kerja yang tersertifikasi sebanyak 911 ribu orang.

“Sertifikasi profesi di Jawa Timur masih kurang, karena terkendala oleh minat dan kurang paham akan pentingnya sertifikasi profesi,” kata Direktur LSP MSDM Universal Surabaya, Muhammad Al Irsyad saat sertifikasi kompetensi bagi para tenaga kerja di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang, Sabtu, (8/5/2021).

Irsyad mengungkapkan, sejak April hingga awal Mei 2021 LSP MSDM sudah melakukan sertifikasi kompetensi kerja sebanyak 1.680 peserta dan jumlahnya akan terus ditingkatkan. Irsyad mengatakan sertifikasi profesi sangat penting untuk menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang berkompetensi.

“Kegiatan ini dalam rangka memfasilitasi kerjasama LSP dengan dunia usaha atau industri dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kerja kompeten bersertifikat kompetensi,” imbuhnya.

Dengan tersertifikasinya profesi pekerja di Indonesia akan meningkatkan daya saing mereka baik di dalam maupun luar negeri. Berdasarkan data BNSP pada 2020 daya saing tenaga kerja Indonesia berada di peringkat 32 dunia. Capaian tersebut masih kalah dibandinkan negara tetangga seperti Malaysia di peringkat 22 dunia. “Kegiatan ini juga mempercepat pengakuan industri terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi,” ujarnya.

Sementara itu, Assesor LSP MSDM Surabaya, Bagus Arya Pradana mengatakan, dari 20 peserta yang mengikuti sertifikasi kompetensi kerja hanya 18 orang yang direkomendasikan kepada lembaga sertifikasi profesi. Sementara dua peserta lainnya berhalangan hadir.

“Jadi semua peserta yang sudah saya uji. Semuanya sudah berkompeten dan sudah memenuhi standar. Nanti mereka yang direkomendasikan harus melalui rapat pleno LSP MSDM terlebih dahulu baru bisa mendapatkan sertifikasi profesi dari BNSP,” tandasnya. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar