Ekbis

Serius Garap Pasar Hortikultura, Petrokimia Gresik Luncurkan Phonska OCA

Gresik (beritajatim.com) – Perusahaan solusi agroindustri PT Petrokimia Gresik (PG) terus melakukan transformasi inovasi meski di tengah pandemi Covid-19. Inovasi terkait dengan ketahanan pangan.

Sebagai bentuk keseriusannya dalam membantu stabilitas ekonomi serta pangan, Petrokimia Gresik, meluncurkan pupuk non subsidi Phonska OCA yang nantinya menyasar ke tanaman hortikultura.

Phonska OCA merupakan gabungan pupuk majemuk NPK dengan pupuk organik dalam bentuk cair, serta diperkaya mikroba.

Dirut PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menuturkan, pupuk non subsidi 100 persen bahan bakunya dari dalam negeri.

“Keberadaan pupuk Phonska OCA ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sumber hara impor. Bagi Petrokimia Gresik, peluncuran Phonska OCA merupakan bagian dari program transformasi untuk menandai masa depan baru bagi perusahaan dan pertanian tanah air,” tuturnya, Jumat (10/07/2020).

Meski ada pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik sejak bulan Maret hingga Juni 2020 membuat peluang dengan melakukan ekspor. Ada empat produk yang telah diekspor mulai dari pupuk Urea, NPK, NPS dan ZK. Bahkan, di bulan Maret 2020, Petrokimia Gresik mencetak rekor dengan melakukan ekspor Urea sebanyak 33.000 ton ke Meksiko. Sehingga, volume ekspor pupuk pada semester pertama tahun 2020 (253 ribu ton), hampir menyentuh volume ekspor sepanjang tahun 2019 (392 ribu ton).

“Ini sekaligus menjawab tantangan yang disampaikan Kementrian BUMN bahwa perusahaan negara harus bertransformasi menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing di pasar global,” ungkap Rahmad Pribadi.

Ia menambahkan, menghadapi tantangan ditengah pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik memliki strategi untuk terus berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional melalui penyediaan solusi bagi agroindustri menuju pertanian berkelanjutan.

“Transformasi yang telah dijalankan Petrokimia Gresik sejak tahun 2019 kini tidak sekadar menjadi burning platform, tapi sudah menjadi katalisator,” imbuhnya.

Selain fokus menggarap segmen pasar tanaman hortikultura dengan Pupuk Phonska OCA. Perusahaan ini juga menambah kapasitas produksi AlF3 menjadi dua kali lipat atau 25.000 ton per tahun. Pabrik ini mengolah limbah yang dihasilkan oleh Pabrik Asam Sulfat menjadi bahan penolong untuk peleburan tembaga, sehingga akan mampu meningkatkan revenue.

Produk baru yang dikembangkan itu bekerjasama dengan Surfactant Bioenergy Research Centre Institut Pertanian Bogor (SBRC IPB). MES adalah bio-degradable surfactant yang dapat digunakan di sektor migas untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery).

“Ini merupakan terobosan penting yang sangat ditunggu dan diharapkan oleh pelaku industri minyak dan gas di Indonesia,” papar Rahmad Pribadi.

Tahun 2020 Petrokimia Gresik juga akan membangun pabrik Soda Ash dengan kapasitas 300 ribu ton. Pabrik ini nantinya akan menjadi yang pertama di Indonesia, dan akan menjadi penopang penting dalam mendukung tumbuh kembangnya industri kaca dan deterjen dalam negeri. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar