Ekbis

Sentra Ikan Koi Terbesar di Kabupaten Kediri Ini Bertahan Sejak 1987 Silam

Kediri (beritajatim.com) — Kabupaten Kediri memiliki sentra budidaya ikan koi. Lokasinya berada di Kecamatan Plosoklaten khususnya, di Desa Pranggang dan Punjul.

Di Kecamatan Plosoklaten terdapat sebuah kolam untuk budidaya ikan hias tersebut seluas kurang lebih 170 Hektar. Masyarakatnya banyak yang membudidayakan ikan koi.

Menurut Sariono, budidaya ikan koi sudah ditekuni warga Desa Pranggang, sejak 1987 silam. Para petani banyak mengalihkan fungsi lahannya dari pertanian menjadi perikanan.

“Awalnya warga disini budidaya ikan gurameh dan masih sedikit ikan koinya. Baru sekitar tahun 1998 banyak warga yang ikut beralih ke budidaya ikan koi,” katanya.

Bukan tanpa alasan mengapa mereka menggeluti sektor perikanan khususnya ikan hias ini. Akan tetapi karena didukung oleh banyaknya titik sumber air disini.

“Desa Pranggang dan Punjul ada sekitar 10 titik sumber air yang dapat digunakan oleh warga mengisi kolam. Jadi warga tidak perlu kawatir masalah air,” jelas Sariono.

“Sumua jenis ikan koi dijual disini, mulai jenis Ikan Koi Kohaku, Sanke, Taisho, Showa Sanshoku, Tancho dan masih banyak lagi. Harganya pun bervariasi koi untuk kontes dengan harga yang mahal, karena untuk koi kelas kontes tidak ada batasan harganya. Ukurannya adalah kesenangan dan hobby, ada koi yang dijual partai besar,” tambahnya.

Pemasarannya selama ini melalui media online hingga keluar daerah seperti Tulungagung, Malang, Nganjuk, Surabaya, Sumatra, Kalimantan hingga NTT. Sedangkan untuk ekspor sudah merambah hingga ke Malaysia.

“Kami juga menjual bibit ikan koi dengan harga 50 rupiah/ekor umur 10 hari. Sedangkan ukuran 7-8 Cm Rp 500/ekor dan untuk ukuran 30 Cm di tempat ini kami jual Rp 40-50 ribu rupiah. Omset perbulan bisa mencapai Rp 24 juta itu dari kolam milik saya sendiri berjumlah 8 kolam,” jelasnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah mendukung hobby sekaligus mata pencaharian kami sebagai pembudidaya ikan hias. Dengan dukungan tersebut kami dapat menghasilkan ikan koi yang berkualitas,” ucapnya.

Setiap tahun pada hari jadi Kabupaten Kediri selalu ada even Koi Show. Hal ini menurutnya dapat memotivasi pembudidaya ikan hias untuk bersaing dan juga sebagai ajang bertukar pikiran serta pengetahuan antar pembudidaya luar daerah.

“Jika koi yang kita bawa bisa mendapat juara pasti harganya ikut melambung dan dapat membawa nama Kabupaten Kediri di kancah internasional,” terangnya. [adv/nng].





Apa Reaksi Anda?

Komentar