Iklan Banner Sukun
Ekbis

Sempat 2 Tahun Rugi, MAMI Yakin Bisa Sukses di Tahun 2022

Surabaya (beritajatim.com) – PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) tahun depan berencana melanjutkan sejumlah proyek properti yang dua tahun terakhir ini terhambat akibat pandemi Covid-19. Proyek itu antara lain Garden Estate di Gresik.

Direktur MAMI Peterjanto Suharjono mengatakan, pihaknya menyiapkan strategi untuk meningkatkan kinerja tahun depan yang lebih positif. Akibat pandemi, perseroan selama dua tahun ini mengalami kerugian.

“Tahun depan semua lini bisnis akan kami optimalkan agar bisa mengkompensasi kerugian yang kita alami karena pandemi dalam 2 tahun terakhir ini,” katanya.

Selain bisnis hotel dan properti, lanjut dia, MAMI juga memiliki unit bisnis tambak udang yang sempat susut menjadi 5 petak tambak. Tahun depan, kata dia, akan dikembangkan menjadi 12 – 20 tambak. “Selain itu, kami juga masih ada bisnis di bidang katering, dan Eco Laundry dan IBT (Indonesia Bagian Timur) Center sebagai tempat convention maupun exhibition,” katanya.

Peter optimistis kinerja tahun depan akan membaik. Hal ini sejalan dengan semakin turunnya kasus Covid-19 terutama di Jatim. Tingkat vaksinasi juga cukup tinggi. Apalagi di akhir tahun ini pemerintah telah memberikan kelonggaran pembatasan aktivitas. Sehingga tingkat okupansi hotel bisa lebih terangkat.

“Kami ada hotel Garden Palace. Saat weekday okupansinya sekitar 50 persen. Kalau weekend bisa 100 persen. Tapi kebanyakan tamu adalah family yang ingin staycation,” terangnya.

Sementara itu, pada 2020, pendapatan MAMI tercatat Rp41,7 miliar atau anjlok dibanding 2019 yang mencapai Rp126,73 miliar. Sedangkan laba bersihnya tercapai -Rp64 miliar alias rugi. Pada 2019, MAMI mencatatkan kinerja laba bersih mampu mencapai Rp1,76 miliar. Sedangkan tahun 2021 hingga September, pendapatan MAMI tercatat Rp35 miliar, dengan rugi bersih -Rp28 miliar.

“Kami memiliki bisnis jasa dan pariwisata yang paling terdampak pandemi. Bahkan saat kasus COVID-19 meningkat, Garden Palace harus tutup selama 3 bulan. Kemudian beroperasi dengan pembatasan maksimal 40 persen dari total 360 kamar,” ujar Peter. [way/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar