Ekbis

Selama Pandemi Covid 19, Dana Tabungan Lebih Percaya Dibanding Emas

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Bukan rahasia lagi bahwa pandemi Covid-19 telah mengerek harga emas hingga mencapai puncak tertingginya di sepanjang masa. Namun menurut survei terbaru yang dilakukan Lifepal.co.id, emas bukanlah aset investasi yang paling diinginkan di masa pandemi.

Menurut Survei Perilaku Keuangan dan Konsumsi Masyarakat Jabodetabek di Masa Pandemi, responden lebih tertarik menyimpan dana di tabungan saja.

Hal itu pun tercermin di data Distribusi Simpanan Bank Umum yang dipublikasikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Data tersebut mengungkap, total simpanan bank umum mengalami kenaikan 11,3% dari Januari ke September 2020, alias dari Rp 6.035 triliun jadi Rp 6.721 triliun.

Lantas seperti apakah kecenderungan keinginan masyarakat dalam membeli aset investasi berupa paper aset atau logam mulia di masa pandemi? Berikut ulasan dari survei yang melibatkan responden se-Jabodetabek tersebut.

Grafik di atas menunjukkan bahwa responden lebih tertarik menyimpan dananya di tabungan. Namun, dilihat dari sisi investasi, responden masih lebih tertarik berinvestasi dengan menyimpan dananya di deposito ketimbang membeli aset fisik, saham, reksa dana, atau menjadi pendana peer to peer (P2P lending).

Meski demikian, perbedaan antara keinginan menaruh dana di deposito dan membeli emas sangatlah tipis. Di bawah emas, ada pula saham. Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami koreksi tajam di Maret 2020.

Namun, yang menarik, setelah Indonesia dinyatakan memasuki resesi, IHSG justru mengalami pemulihan. Di pertengahan 18 November 2020, IHSG berada di level 5.557, namun melihat data historis di 2020, koreksi tertajam di tahun 2020 ada pada Bulan 24 Maret, yaitu di level 3.937.

Survei membuktikan pula, ketertarikan responden untuk membeli instrumen investasi paling aman yaitu surat utang negara masih lebih besar ketimbang membeli reksa dana campuran. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar