Ekbis

Selama Pandemi, Banyak Warga Sampang Jual Perhiasan

Toko emas/perhiasan Kurnia Emas di sekitar pasar Ketapang

Sampang (beritajatim.com) – Selama pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), di toko emas sekitar pasar Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, kebanjiran penjualan emas atau perhiasan milik warga.

Pasalnya, dampak Covid 19 berpengaruh terhadap segala sektor penopang perekonomian, termasuk, pengiriman uang dari luar negeri. “Semenjak pandemi Covid, kita membeli perhiasan warga cukup banyak, bahkan bisa dikatakan naik sampai 50 persen,” kata H.Feri, pemilik toko perhiasan Kurnia Emas, Ketapang, Senin (19/10/2020).

Lebih lanjut Feri menjelaskan alasan meningkatnya penjualan emas dari warga, yakni selama pandemi Covid-19 perputaran uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Ketapang dan sekitarnya juga menurun. Bahkan tidak ada kiriman uang dari TKI kepada keluarganya di tanah air.

“Karena tidak kiriman uang dari luar negeri, makanya aset yang selama ini disimpan mulai dijual. Termasuk perhiasan. Karena jika perekonomian normal, uang kiriman dari para TKI tersebut oleh keluarganya dibelikan perhiasan,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, untuk harga emas atau perhiasan di wilayah Kecamatan Ketapang dan sekitarnya, kadar 24 karat per gram mencapai Rp 900 ribu, kadar 70 persen Rp 700 ribu dan kadar 42 Rp 450 ribu. [sar/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar