Ekbis

Sayur Unggulan Petani Pudak Sulit Keluar Ponorogo, Begini Solusinya

Foto ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo akan memfasilitasi pemasaran sayur-sayur dari petani di Kecamatan Pudak. Ya, semenjak pandemi Covid-19 ini, mereka sulit memasarkannya keluar daerah.

“Kami akan coba memberi solusi, kesulitan pemasaran untuk produk unggulan dari Kecamatan Pudak tersebut,” kata Kepala Disperdakum Ponorogo Addin Andanawarih, Kamis (14/5/2020).

Addin menceritakan bahwa selama ini Kecamatan Pudak menghasilkan sayur mayur unggulan. Berbagai jenis sayur dan bahkan buah-buahan dipasarkan hingga ke daerah luar bumi reyog. Seperti ke Magetan, Madiun, Kediri, atau Tulungagung. Kebanyakan pengepul datang ke Kecamatan Pudak dengan membawa truk-truk. Namun karena ada virus corona ini, akses masuk – keluar mengalami kesulitan.

Solusi yang diberikan dari Disperdakum, kata Addin yakni dengan memasarkan sayur dan buah-buahan tersebut di dalam Ponorogo saja. Selain sudah terkenal akan kualitasnya, distribusinya yang tidak keluar daerah, membuat harganya pun jauh lebih murah.

“Pasar di Ponorogo pasti akan menerima sayur dari Pudak tersebut, rencananya akan kami distribusikan kepada 18 pasar tradisional yang menyebar di wilayah Ponorogo,” katanya.

Bahkan jika respon pasar terhadap sayur mayur dari Pudak ini positif, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan terus memfasilitasi pemasaran tersebut. Bahkan sayur mayur dari Kecamatan diujung timur kota Reyog itupun akan diberi lapak khusus di 18 pasar tradisional itu.

“Jika respon pasar positif, usai pandemi Covid-19 ini, akan kami lanjutkan distribusi untuk memenuhi kebutuhan di dalam Ponorogo saja,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar