Iklan Banner Sukun
Ekbis

Sawah Tak Selalu Menghasilkan, Faris Pilih Jadi Agen Keliling Hingga Bisa Renovasi Rumah

Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin tak pernah terpikirkan dalam benak seorang Faris Syaifuddin, bahwa menjadi seorang agen keliling yang menawarkan sembako dapat mengubah hidupnya cukup drastis. Terutama dalam finansial dan pola pikir.

Faris adalah salah satu orang yang #BeraniMulai untuk menjadi seorang Super Agen. Bagaimana kisahnya memulai perjalanan menjadi Super Agen?

Pilih jadi petani, namun sawah tak selalu menghasilkan
Sebagai tulang punggung keluarga, Faris tak gengsi untuk melakoni berbagai pekerjaan. Harapannya hanya satu, bisa membuat anak dan istrinya hidup berkecukupan. Faris pun bercerita dirinya pernah menjalani berbagai pekerjaan.

Pria asal Lamongan ini pernah merantau dua kali ke Surabaya dan Gresik. Namun, tahun 2014 ia kembali ke kampung halaman. Ia menikah dengan sang istri, dikaruniai satu orang anak, hingga kini menetap di Lamongan.

Setelah menikah, Faris mendapat kurang lebih 2 petak sawah dari orang tuanya. Tak ingin membuang kesempatan, Faris melakoni pekerjaan sebagai petani. Ia menanami sawahnya dengan padi dan kangkung. Sayang, tipikal sawah di Lamongan adalah sawah tadah hujan, yakni hanya menghasilkan saat musim hujan tiba. Sementara saat musim kemarau, sawah milik Faris tak bisa ditanami apapun.

“Saya jadi punya banyak waktu luang kalau tidak sedang menggarap sawah. Saat musim kemarau, saya cuma membersihkan sawah, lalu diperbaiki tanah teraseringnya, dan dibiarkan sampai nanti musim tanam tiba lagi,” cerita Faris, Rabu (27/10/2021).

Jajal peruntungan jadi supplier sembako
Sadar sawahnya tak selalu menghasilkan, Faris menjajal peruntungan lain untuk mendapatkan pemasukan. Pria 34 tahun ini mencoba menjadi supplier sembako bagi tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Meski usahanya cukup menghasilkan dan dikenal di sekitarnya, bagi Faris, menjadi supplier sembako ternyata masih banyak kesulitannya. Selain membutuhkan modal besar karena ia harus memiliki stok barang sendiri di rumah, ia juga kesulitan jika harus kulakan sendiri secara konvensional dan kemudian menawarkan stok barang ke toko-toko kelontong di sekitar tempat tinggalnya.

Gabung dengan Super Agen
Bergelut di bisnis supplier, tak membuat Faris berpuas diri. Ia terus mempelajari sistemnya agar usahanya bisa semakin berkembang. Sampai akhirnya ia bertemu dengan teman lama yang menawarinya bergabung menjadi Super Agen.

Sebagai informasi, Super Agen adalah bagian dari Aplikasi Super, yakni aplikasi yang memudahkan penggunanya untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok dengan hanya bermodalkan smartphone. Super Agen inilah yang bertugas untuk mengumpulkan pesanan sembako yang dibutuhkan oleh komunitas atau masyarakat sekitarnya.

Tertarik dengan peluang usaha menjadi Super Agen, Faris pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Awalnya, Faris ragu untuk bergabung menjadi Super Agen. Namun setelah dijelaskan, Faris pun berminat.

Hal yang paling membuatnya tertarik adalah pertimbangan tentang sistem kerja serta penghasilan yang bisa ia dapatkan. Ia berinisiatif untuk menanyakan ketersediaan lowongan sebagai Super Agen dan mendaftar. Meski awalnya harus belajar dan beradaptasi dengan sistem di Aplikasi Super, namun Faris pantang menyerah.

Pendapatan naik dan bisa renovasi rumah
Faris adalah salah satu anak muda yang #BeraniMulai untuk menjadi Super Agen. Tak disangka, kondisi finansial Faris sedikit demi sedikit mulai membaik. Ia bercerita bahwa dirinya pernah mendapatkan penghasilan hingga sekitar tiga sampai empat kali lipat UMR Lamongan.

Dengan penghasilan tersebut, tak hanya bisa memenuhi kebutuhan pokok, Faris juga mulai bisa memenuhi kebutuhan lain. Mulai dari merenovasi rumah secara bertahap, memiliki tabungan lebih banyak, serta bisa menambah modal untuk mengembangkan bisnis sampingan.

Tak cuma soal keuntungan material, Faris mengaku juga mendapat banyak keuntungan non-material lainnya. Faris merasa memiliki lebih banyak waktu yang produktif. Ia tetap bisa menjalankan kegiatan lain sembari menjadi Super Agen.

Apabila sedang musim tanam, di pagi hari Faris bisa mengerjakan dan memantau sawahnya. Setelah itu, ia berangkat kerja sebagai Super Agen dengan mendatangi tetangga sekitar rumahnya atau toko kelontong yang menjadi langganannya untuk mencatat pesanan sembako apa saja yang ingin dipesankan.

“Kualitas hidup dari segi finansial, waktu, dan skill jadi ikut bertambah. Waktu bersama keluarga tetap ada, pemasukan ada terus, dan saya tetap bisa produktif,” kata Faris.

Bertahan di Masa Pandemi
Masa Pandemi menjadi masa sulit bagi banyak orang. Sejak menghantam hampir dua tahun lalu, begitu banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan. Pandemi juga sudah mengubah tatanan kehidupan dengan begitu drastis.

Tetapi tampaknya, Faris menjadi salah satu yang beruntung selama masa Pandemi. Di masa ini, ia justru memiliki pekerjaan dan kegiatan yang positif berkat menjadi Super Agen. Meski masih beradaptasi dengan pandemi dan new normal-nya, menjadi Super Agen seperti berkah tambahan untuknya.

“Kondisi keuangan saya bisa menjadi lebih stabil dan bahkan bisa mendapat pengetahuan serta tantangan baru yang sebelumnya belum pernah saya coba,” pungkas Faris.(asg/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar