Ekbis

Satu Lokasi, Penjual Pentol dan Sate Jamur Pacet Mojokerto Tetap Rukun

Mojokerto (beritajatim.com)-“Rejeki sudah ada yang mengatur” kalimat ini memang sangat sering kita dengar.

Belasan penjual Pentol Bakar dan Sate Jamur Pacet di pertigaan Polsek Pacet, ternyata memang benar-benar mempraktekkan hal itu. Hal unik yang jarang dijumpai.

Belasan orang berjualan jajanan yang sama dan juga ditempat yang sama hidup rukun. Tak ada kekhawatiran akan merugi dan kalah saing satu dengan yang lainnya. Ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu dan sampai sekarang (17/7/19).

Pentol Bakar dan Sate Jamur Pacet yang melegendaris ini memang wajib dicoba saat berkunjung di kabupaten Mojokerto.

Harga setiap tusuknya pun terbilang murah hanya 500 rupiah. Selain itu masih banyak lagi varian sate bakar yang ditawarkan. Seperti Sate Usus, Tahu Bakar juga bisa ditemui di tempat ini.

Tepatnya di pertigaan Polsek Pacet, Mojokerto, jajanan unik ini biasa dijual. Saat dikunjungi, penjaja makanan ini masih banyak berderet di pinggir jalan. Penjual jajanan ini mulai datang sejak pukul 09.00 WIB.

Animo masyarakat yang besar akan Pentol Bakar dan Sate Jamur Pacet ini menjadikan mata pencaharian yang menjanjikan,ini juga yang  menjadi salah satu alasan banyaknya orang memilih berjualan Pentol Bakar dan Sate Jamur Pacet.

Pendik, salah satu penjual Pentol Bakar dan Sate Jamur Pacet mengungkapkan dirinya sudah delapan tahun berjualan di tempat itu.

Saat ditanya mengenai  kerukunan yang terjalin antara para pedagang Pentol Bakar dan Sate Jamur Pacet, Pendik menjelaskan bahwa setiap dari mereka memang saling mengerti bahwa rejeki setiap orang sudah diatur.

“Kita hanya pasrah, pokoknya kita tau rejeki gak bakal tertukar, sudah diatur, kita juga punya paguyupan tapi tidak resmi tiap bulan kumpul , diskusi ya masalah yang terjadi disini” jelas pria asal Lumajang ini.

Masih kata Pendik,tentang paguyupannya, dia juga menjelaskan untuk menjalin kerukunan dirinya dan pedagang lain rutin adakan kumpul setidaknya sebulan sekali dan adakan kerja bakti setiap minggunya.

Paguyuban ini memang tanpa nama dan tanpa pengurus. Hanya berdasarkan kesadaran setiap penjual saja.

“Kita juga rutin Rolling tempat jualan biar semua merasakan pahit manisnya jualan ini, dulu pas belum ada kesadaran kita juga sempat rebutan tempat, berangkat pagi-pagian, sampai pernah gerobak ini ada disini semala seminggu, tapi sekarang tdk lagi” tambah Pendik

Lia salah satu Mahasiswa dari Surabaya ini juga menyempatkan untuk membeli Pentol Bakar dan Sate Jamur  Pacet ini. “Saya dari kota tadi kesini, kata anak-anak yang lain disini enak Pentol Bakar dan Sate Jamurnya, di daerah Benteng, Kota Mojokerto juga ada tapi katanya disini favorit, setelah saya coba enak juga sih sekalian jalan-jalan juga” jelas gadis berkerudung ini.[lis/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar