Ekbis

Sarung Tenun Wedani Gresik Tembus Pasar Ekspor Timur Tengah

Gresik (beritajatim.com) – Sarung tradisional asal Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Gresik mulai menembus pasar ekspor di negara kawasan Timur Tengah. Padahal usaha ini sempat terseok-seok akibat pandemi Covid-19.

Sebagai penanda ekspor, Wabup Aminatun Habibah (Bu Min) melakukan pemecahan kendi pada kendaraan pengangkut. Ekspor sarung tradisional ini disaksikan Kepala Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto, Ketua DPRD Gresik, Ketua Dekranasda Gresik, Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani, dan Kadiskoperindag Gresik, Agus Budiono.

“Menurut catatan saya, pada Januari 2021 lalu kami sudah pernah memfasilitasi ekspor sarung wedani ke beberapa negara Timur Tengah. Kami berharap ekspor kedua kali ini akan semakin membuka pasar ekspor baru,” ujar Bier Budy, Selasa (5/05/2021).

Sementara itu, salah satu anggota tim assessment dari Jakarta yaitu Ceo PT Kakean Primanda Indonesia juga ikut bersama-sama melepas ekspor sarung wedani Cerme ke Dubai, Jeddah, Brunai Darussalam, Ethiophia dan Uni Emirat Arab.

“Semoga dengan ekspor sarung wedani kali ini dapat membuka kran ekspor semakin besar dan pada akhirnya dapat menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami sangat mendukung agar ekspor sarung ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” kata Bu Min.

Diakui Wabup Bu Min, sejak masa pandemi ini perekonomian masyarakat sempat terpuruk. Kami berharap UMKM sarung desa wedani bisa mencari terobosan.

“Kami tahu, kualitas sarung produksi masyarakat Wedani ini sangat berkualitas bagus. Saya sudah melihat proses pembuatannya. Hasilnya sungguh sangat luar biasa,” imbuhnya.

Sebelum pelepasan ekspor, Ceo PT Kakean Primanda Indonesia Achmad Nur Hasyim Hamada menyatakan bahwa pada jaman dulu Gresik sudah terkenal dengan hasil tenun songket. Padahal kalau bisa membuat tenun songket hasilnya lebih menguntungkan secara ekonomis karena harganya bisa mencapai puluhan juta.

“Hasil tenun songket Gresik kami temukan pada musium di belanda dan tertulis pada sejarah tenun dan tekstil. Tapi sejak seratus tahun terakhir songket Gresik sudah tidak ada lagi. Kami berharap para pengrajin tenun di Gresik untuk meng uri-uri Kembali agar tenun songket Gresik bisa berjaya lagi,” pungkasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar