Iklan Banner Sukun
Ekbis

Sarangan Ditutup, Sopir Speedboat Jualan Susu

Rudianto saat berjualan susu di Jalan Agung Suprapto Magetan Senin (12/7/2021) (foto: Ade Mas Satrio)

Magetan (beritajatim.com) – Sarangan ditutup selama PPKM Darurat, Rudianto (43) warga Kelurahan Sarangan pilih banting stir. Pria yang sehari-hari jadi sopir speedboat di Telaga Sarangan itu jualan susu murni. Penutupan tempat wisata membuatnya tak dapat pemasukan. “Tidak PPKM saja sudah cukup sepi, apalagi PPKM Daruat ini kami harus tutup,” katanya saat ditemui Senin (12/7/2021).

Dia pun memilih untuk menjual susu murni. Dia melihat peluang karena masyarakat mulai gemar minum susu semenjak susu diklaim turut meningikatkan daya tahan tubuh. Tak jauh dari rumahnya, ada pemasok susu terbesar di Magetan yakni Dusun Singolangu, Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan. “Saya pun pilih berdagang susu, saya jualan di Jalan Agung Suprapto Magetan, mulai pukul 09.00 sampai 14.00,” ungkapnya.

Karena termasuk reseller pemula, dia memasok sebanyak 15 liter dalam sehari. Bisa berupa susu murni kemasan plastik biasa, atau berupa botol 350 mililiter. Masing – masing dibanderol Rp 7.000 dan Rp 5.000. Selama PPKM kali ini jualannya laris manis. “Karena ini susu murni tapi harganya lebih terjangkau ketimbang susu bermerk, meski tidak bisa tahan lebih dari dua hari,” ungkapnya.

Tidak sendiri, dia juga berjualan susu dengan satu adiknya. Meski sang adik terlebih dulu memilih jualan susu sejak awal pandemi. Berbeda dengannya yang sempat bertahan. Namun, semenjak apndemi Sarangan tak seramai dulu. Jadi penghasilannya juga tak banyak. Dia pun mencoba merintis usaha baru. “Syukur ini laku terus, semoga ke depan bisa pasok lebih banyak,” katanya. (asg/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar