Ekbis

Ribuan UMKM di Jombang Ajukan Bantuan ke Presiden Jokowi

Antrean menyemut di kantor Dinas UMKM dan Koperasi Jombang

Jombang (beritajatim.com) – Ribuan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Jombang mengajukan bantuan ke Presiden Jokowi melalui Dinas Koperasi dan UMKM setempat. Bahkan pada Senin (31/8/2020), mereka berjubel di kantor dinas untuk mengajukan berkas. Hingga sore hari para pelaku UMKM terus mengalir ke kantor yang berada di Jl Gus Dur Jombang itu.

Karena banyaknya orang yang datang ke kantor Dinas Koperasi dan UMKM, petugas sampai kuwalahan. Agar mereka tetap tertib, Satpol PP dan petugas dari Polsek Jombang siaga di lokasi. Petugas sibuk mengatur kerumunan massa.

Melalui pengeras suara, Kapolsek Jombang AKP Moch Wilono, terus memberikan imbauan. Polisi meminta agar massa yang sudah menyerahkan berkas, segera meninggalkan lokasi. Sehingga tidak terjadi penumpukan massa. “Kalau berkasnya sudah dikembalikan, harap segera meninggalkan lokasi,” kata Wilono.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jombang Muntholib mengatakan bahwa Senin (31/8/2020) merupakan hari terkahir penyerahan berkas pemohon bantuan stimulus Banpres (Bantuan Presiden) bagi pelaku usaha UMKM. “Tahap kedua sengaja kami tutup hari ini lantaran jumlah pemohon yang melebihi dugaan,” kata Muntholip.

Selanjutnya, kata Muntholip, pihaknya melakukan input data para pemohon tersebut. “Hingga Jumat (28/8/2020) sekitar 1.600 berkas yang kami setorkan ke Kementerian pusat. Diperkirakan, jumlah pemohon tahap kedua ini bisa mencapai lebih dari 3000 orang,” katan mantan Kepala Dinas Pendidikan Jombang ini.

Para pemilik UMKM di Jombang menyerahkan berkas ke Dinas UMKM dan Koperasi

Bantuan presiden (Banpres) itu merupakan stimulus yang diberikan khusus untuk pengusaha UMKM dengan modal dibawah 50 juta rupiah (Mikro dan Ultra mikro). Bantuan ini disalurkan untuk penguatan ekonomi masyarakat di tengah masa pandemi covid-19. Nilainya sebesar Rp 2,4 juta untuk setiap penerima.

Para pemohon diwajibkan melampirkan berkas meliputi fotokopi KTP, KK (Kartu Keluarga), serta surat keterangan usaha (SKU) dari kepala desa setempat. Selain itu, salah satu syarat penerima bantuan adalah UMKM yang belum pernah menerima kucuran dana dari perbankan. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar