Ekbis

Akibat Pendemi Virus Corona

Ribuan Pekerja Industri Event Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Ilustrasi virus corona

Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan pekerja Industri event terancam kehilangan mata pencaharian akibat pendemi Virus Corona. Hal itu disampaikan oleh Mulkan Kamaludin, Ketua Umum IVENDO (Dewan Industri Event Indonesia).

Menurut Mulkan berdasarkan survei yang dilakukan sekitar 50 ribuan pekerja kreatif pada industri ini terancam kehilangan pekerjaan di seluruh Indonesia. “Ratusan pengusaha penggiat event yang notabenenya backbone dari Event Tourism terancam gulung tikar. Karena industri event itu rata-rata termasuk kategori IUMKM,” jelasnya, Kamis (19/3/2020).

Ia mengatakan, telah terjadi 96.43% kasus penundaan dan 84.86% kasus pembatalan event di 17 provinsi pasca pengumuman resmi pemerintah tanggal 2 Maret 2020. Potensial loss dari event yang ditunda dan dibatalkan, cukup besar.

Estimasinya dari 1.218 Organizers di seluruh Indonesia minimal Rp 2,69 triliun dan maksimal Rp 6,94 triliun. Disamping itu, para Organizers juga mengalami potensial loss pada dana-dana (deposit) yang sudah terlanjur dibayarkan atau terlanjur diproduksi.

“Tiga porsi terbesar adalah di vendor produksi sebesar 26,23 persen, kedua adalah Venue (22.30%) dan diikuti oleh Artis, Talent atau Pengisi Acara (16.72%),” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa dari event yang dibatalkan umumnya 39.25% berasal dari permintaan klien sendiri. Sisanya ada dari kesepakatan bersama (28.50%), mengikuti himbauan dari pihak otoritas (29.44%), dan organizer sendiri 2,8%. “Lokasi kegiatan event ini ada yang di dalam dan luar negeri,” katanya.

Kondisi ini juga dialami di Bali, menurut Ketua DPD IVENDO Bali, Grace Jeanie, industri event di Bali kurang lebih juga mengalami persoalan yang sama seperti daerah lainnya dan mencoba bertahan. “Tantangan nyata di depan mata bagi perusahaan EO di seluruh Indonesia kini adalah likuiditas keuangan. Di Bali yang kemarin sejumlah anggota menyampaikan loss revenue 60-80% saat ini benar-benar 100%,” ungkapnya.

“Situasi ini juga dirasakan oleh industri event, tidak hanya dirasakan oleh hotel restaurant serta industri pariwisata lainnya. Bayangkan sebentar lagi lebaran, lalu adanya berbagai kewajiban di bank yang terus berjalan. Namun kini tak ada pemasukan karena semua event ditunda bahkan dibatalkan,” jelasnya.

Tantangan lainnya adalah pinalti-pinalti atas adanya penundaan dan pembatalan yang diterapkan mitra bisnis seperti dari airlines, hotel, venue, artis management dll. Banyak EO melaporkan bahwa mereka tetap harus menanggung pinalti pembatalan dengan kondisi umum, bahkan ada hotel yang menerapkan bahwa deposit tidak bisa dikembalikan meski keadaan force-majeur.

Oleh karena itu, IVENDO mewakili seluruh penggiat Event di Indonesia hari ini 19 Maret 2020 mengeluarkan pernyataan sikap, diantaranya adalah:

• Meminta para KLIEN yang telah menggunakan jasa Organizers untuk tetap menunaikan kewajibannya atas event-event yang (mungkin) ditunda dan atau dibatalkan secara sepihak karena adanyanya wabah ini.

• Meminta pemerintah mendorong bagi semua instansi yang telah kegiatan menggunakan jasa professional organizer untuk melakukan percepatan pencairan pembayaran.

• Meminta dan mengajak seluruh mitra kerja yang terlibat dalam event-event yang tertunda dan atau dibatalkan seperti penyedia jasa akomodasi & venue, transportasi darat, perusahaan penerbangan, jasa produksi dan manajemen artis dan lain-lain untuk mencari solusi yang win win serta tidak mengambil keuntungan sendiri dalam situasi yang serba sulit seperti saat ini.

• Meminta Pemerintah dan Lembaga Keuangan untuk memberikan relaksasi termasuk di dalamnya penangguhan atau cuti dalam melakukan pembayaran kewajiban perbankan baik bunga maupun pokok pinjaman atas fasilitas kredit yang diterima oleh pelaku usaha pariwisata khususnya pada industri Event (baik korporasi maupun perorangan).

• Meminta Pemerintah untuk memberikan relaksasi PPh 21, PPh 23 dan PPh 25 dan pajak-pajak lain yang berhubungan dengan aktifitas industri event untuk membantu likuiditas pekerja maupun perusahaan.

• Pembebasan pembayaran iuran BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu likuiditas pekerja dan perusahaan.

Mulkan berharap dengan adanya statement ini, semua pihak bisa memaklumi dengan segera ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan yang produktif dan efektif untuk menemukan jalan terbaik. Wabah Covid-19 adalah pandemi global yang membawa keprihatinan bersama. [rea/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar