Iklan Banner Sukun
Ekbis

Retribusi Kapur Gunung Sadeng Jember Rp 39.500 per Ton

Sekda Mirfano

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menetapkan model kerja sama pemanfaatan (KSP) bagi perusahaan yang ingin mengekspolitasi tambang batu kapur di Gunung Sadeng, Kecamatan Puger.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Mirfano, usai pertemuan dengan empat perusahaan yang ingin menambang batu kapur di kantor Pemkab Jember, Senin (23/5/2022). “:Pola pengelolaan barang milik daerah (BMD) ada beberapa, yakni sewa, bangun serah guna, bangun guna serah, kerja sama pemanfaatan, dan kerja sama infrastruktur,” katanya.

Dengan adanya KSP, tidak ada lagi hak pemanfaatan lahan (HPL). “Sekarang sesuai Peraturan Mendagri Nomor 19 tahun 2016, setelah dilakukan evaluasi dan klarifikasi serta dikaji oleh panitia pemilihan, akan diterbitkan surat keputusan bupati,” kata Mirfano.

Setelah SK bupati terbit, Pemkab Jember akan menerbitkan kerja sama pengelolaan di hadapan notaris. “Kemudian dua hari sebelum tanda tangan notaris, pengusaha sudah membayar kontribusi tetap. Selain pajak, ada kontribusi tetap,” kata Mirfano.

Berdasarkan kalkulasi Pemkab Jember bersama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), kontribusi yang harus dibayarkan pengusaha adalah Rp 39.500 per ton kapur untuk pengusaha besar dan Rp 30 ribu per ton untuk pengusaha kecil. “Dasarnya adalah hasil analisis KJPP dan harga satuan yang ditetapkan gubernur,” kata Mirfano.

Hari ini ada empat perusahaan yang diundang Pemkab Jember untuk membicarakan masalah kerja sama penggarapan Gunung Sadeng, yakni CV Panen Raya, PT.Gunung Gunung Kelabat Citra Abadi, PT. Nirwana Lime Indonesia, dan PT Nanyang Mining Group. Semuanya beralamat di Kecamatan Puger. Tiga nama perusahaan pertama menyatakan diri siap membayar kontribusi tetap. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar