Iklan Banner Sukun
Ekbis

REI Jatim Keluhkan Perijinan dan Kebijakan Baru LSD

Batu (beritajatim.com) – Anggota REI Jatim kini bisa bernafas lega. Setelah polemik kebijakan Program Lahan Sawah Dilindungi (LSD) milik pemerintah membuat pengusaha properti kehilangan lahan perumahan mareka karena diklaim masuk dalam pemetaan LSD.

“Kami sudah mendapat angin segar setelah bertemu Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang akan membuatkan SK bahwa proyek-proyek properti yang sudah memilikj izin dan sesuai tata ruang sebelum 16 Desember 2021 akan bisa melanjutkan proyeknya,” papar Hari Ganie, Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI), disela acara Rakerda REI Jatim di Batu, Rabu (28/9/2022).

Dikatakan, kebijakan LSD telah membuat sedikitnya 207 proyek pembangunan rumah terdampak dan disebut membangun diatas area persawahan. Padahal 92 persen anggota kami sudah mengantongi izin sebelum ada aturan LSD.


“Tantangan kami tak hanya sampai disitu saja, ada perizinan yang lama dan panjang yang juga membuat anggota kami kesulitan melakukan pengembangan properti dengan cepat,” paparnya.

Menurut Soesilo Efendy, Ketua REI Jatim, perizinan yang lama menjadi salah satu faktor penghambat proyek tidak berjalan tepat waktu. Belum lagi permasalah IMB yang berganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Masalah tidak hanya di pengusaha tetapi belum adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang ini pun belum banyak yang punya,” papar Soesilo.

Sementara itu Dewanti Rumpoko, Walikota Batu, pun menyadari saat ini di Batu proses perijinan masih agak lamban. Namun Dewanti mengaku kedepan saat pihaknya membuka Mall Pelayanan Terpadu (MPT) semua perijinan bisa lebih cepat.

“Selama ini kami harus berhati-hati karena banyak peraturan dari pusat yang harus kami sesuaikan salah satunya ya LSD ini,” aku Dewanti yang membuka acara Rakerda REI Jatim di Hotel Golden Tulip Batu.

Dalam kegiatan Rakerda REI Jatim ini, Achmad Salim mengaku berbagai tantangan akan dibahas dalam rapat internal Rakerda REI Jatim kali ini.

“Dengan begitu akan dihasilkan strategi yang lebih konkrit,” tambahnya.

Selain menggelar Rakerda, 300 lebih anggota REI Jatim yang hadir juga mengikuti mini olimpiade untuk menjalin rasa kebersamaan dan kekompakan antar anggota.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar