Ekbis

REI Gresik Keluhkan Lambatnya Serah Terima PSU

Gresik (beritajatim.com) – Pengembang properti yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Gresik, mengeluhkan lambatnya serah terima prasarana, sarana, dan utilitas (PSU).

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Gresik Widodo Feriyanto mengatakan, selama ini para pengembang yang tergabung dalam asosiasinya sudah taat dalam mengirimkan berkas ke pemerintah.

Tercatat, sudah ada 24 berkas masuk ke Pemerintah daerah. Tapi sampai saat ini belum sepenuhnya PSU itu dapat diserah terimakan.

“Akibat serah terima yang lambat itu, merugikan para pengembang. Sebab, biaya pemeliharaan PSU bakal membengkak. Sesuai dengan Perbup itu, pengembang bisa menyerahkan PSU minimal satu tahun masa pemeliharaan,” katanya, Rabu (18/11/2020).

Ia menjelaskan, sebelum ada regulasi  rata-rata penyerahan PSU diatas tiga tahun bahkan ada yang lima tahun. Padahal berkas sudah masuk, tapi tidak kunjung ditindak lanjuti.

Baru setelah para pengembang menggandeng KPK, PSU itu mulai dikebut. Belakangan sudah ada 9 PSU diserahkan. Di Dinas Pemukiman dan Kawasan Perumahan (DPKP) masih menyisakan 10 PSU yang harus diserah terimakan sebelum akhir tahun ini.

Widodo juga menambahkan, apabila penyerahan PSU itu lama juga berdampak buruk bagi Pemda sendiri. Sebab tidak sedikit kasus PSU yang beralih fungsi menjadi pengelolaan warga. Padahal jika PSU segera diserahkan, itu menjadi asset Pemkab Gresik.

“Aset di Gresik ini banyak tapi tidak ditindaklanjuti. Pemkab dikasih tanah tapi tidak diterima-terima, dikasih cuma-cuma karena persoalan perangkat sulit menerima. Kami terbebani PSU biaya perawatan. Kenapa baru ada dorongan dari KPK baru menerima,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DPKP Ahmad Wasil menuturkan, selama ini belum ada Perbup meski sudah ada Perda sejak 2019 lalu. “Perbup baru selesai kemarin, sebanyak 20 pengembang akan kita selesaikan penyerahan PSU tahun ini,” terangnya.

Penyerahan PSU tahun ini hanya 20 pengembang saja. Waktu verifikasi sebelum penyerahan pun kurang dari satu bulan. Hari masuk efektif kerja hanya sampai tanggal 23 Desember saja, setelah itu libur panjang akhir tahun. “Saat ini baru 6 pengembang dulu, minggu depan 10 pengembang. Targetnya 20 pengembang kita selesaikan tahun ini,” tandasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar