Ekbis

Ratusan Sopir Dump Truk Tak Bisa Bongkar Urukan Limestone di JIIPE

Gresik (beritajatim.com) – Ratusan sopir dump truk tak bisa membongkar urukan limestone di kawasan Java Integred Industrial Port and Estate (JIIPE) Manyar, Gresik. Mereka tak bisa membongkar urukannya karena diduga ada penghentian supplay yang dilakukan oleh PT Petrosea Tbk selaku main kontraktor yang ditunjuk oleh PT Freeport Indonesia.

Sebelumnya, sesuai kesepakatan proyek pekerjaan penyediaan material urugan limestone di JIIPE dimulai sejak Juli 2019 hingga Maret 2020. PT Semeru Harapan Mulya (SHM), dan PT Bhumi Sakti Barutama (BSB) ditunjuk sebagai subkontraktor oleh PT Petrosea Tbk untuk melakukan supply sesuai target. Namun, sebelum target terpenuhi main kontraktor yang ditunjuk oleh PT Freeport Indonesia menghentikan supplai tersebut.

Menanggapi hal ini, Dirut PT SHM Audy Sidiq saat dikonfirmasi beritajatim.com membenarkan adanya penghentian supply limestone urugan untuk proyek PT Freeport Indonesia di JIIPE.

“Kami diberitahu via email yang diingatkan bahwa volume pengurukan sudah hampir tercapai. Padahal, dari perhitungan para subkontraktor, kekurangan volume pengurukan yang disampaikan PT Petrosea jauh lebih besar. Sehingga, ada kekurangan suplai dari kesepakatan kontrak yang telah disepakati bersama,” ujarnya, Senin (30/03/2020).

Ia menjelaskan, adanya penghentian supply ini tidak sesuai kesepakatan bersama merugikan PT SHM dan BSB sebagai subkontraktor. Pasalnya, setelah ada kesepakatan pihaknya telah mempersiapkan segalanya sesuai jumlah suplai material untuk pekerjaan tersebut sesuai dengan volume yang disepakati di awal.

“Pemberhentian sepihak itu jelas merugikan kami sebagai subkontraktor. Sebab, bisa dianggap tidak mampu untuk memenuhi suplai material sesuai kesepakatan bersama,” paparnya.

Secara terpisah terkait dengan ini, Humas PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola JIIPE, Mifti Harris menuturkan, berkaitan dengan main kontraktor dan sub kontraktor, pihaknya juga belum paham betul. Ada kemungkinan soal tagihan.

“Persoalan itu sudah dibahas secara internal dengan masing-masing pihak. Kalau sudah jelas tentu akan jalan lagi,” ujarnya.

Mifti juga menambahkan, yang penting ratusan dump truk yang masih diparkir itu tidak menghalangi jalan operasional yang lain serta mobilitas proyek yang lain maupun arus kendaraan.

“Yang jelas info yang saya dapat persoalan itu sedang didiskusikan,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar