Iklan Banner Sukun
Ekbis

Ratusan Hektar Padi di Ngawi Terancam Mati Karena Kekeringan

Lahan tanaman padi yang mengalami kekeringan di Desa Beran, Kecamatan/Kabupaten Ngawi.

Ngawi (beritajatim.com) – Sebanyak 160 hektar tanaman padi milik petani di Desa Beran Kecamatan/Kabupaten Ngawi terancam mati karena kekeringan. Meski mereka para petani sudah berupaya memperdalam sumur disawahnya namun air yang keluar tetap tidak mencukupi. Bahkan sebagian petani memilih membiarkan tanaman padinya yang baru berusia dua hingga tiga pekan itu mati.

“Saya resah sekali. Saya masih berusaha tanaman bisa hidup pakai sumur yang ada. Itupun sangat sulit. Sekarang terancam mati akibat kemarau. Saya berusaha memperdalam sumur tapi tetap saja air tidak mencukupi kalau sudah begini saya pasrah saja,” kata Samidi, salah seorang petani.

Tak hanya samidi, petani lain yakni Warsito juga memiliki pengalaman serupa. Tanah di sawahnya mulai kering dan retak. Menurut para petani jika hingga dua pekan ke depan sawah tidak diairi maka tanaman padi mereka akan mati. Air yang keluar tetap saja tidak mencukupi. Bahkan Warsito memilih membiarkan begitu saja tanaman padinya mati.

“Sekitar 65 persen terancam mati. Kemungkinan kalau tidak ada hujan sampai 20 hari kedepan petani sudah gagal. Sumur sudah tidak keluar air, petani juga sudah memperdalam sumur tapi tidak mencukupi. Sawah jadi retak dan tanaman mati,” kata Warsito.

Para petani hanya bisa pasrah. Kekeringan membuat mereka merugi dan gagal panen. Rata-rata tanaman padi yang gagal panen tersebut membutuhkan air yang cukup banyak. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar