Ekbis

Ramah Lingkungan, Begini Konsep Eco-Masjid Nurul Jannah yang Digagas PG

Gresik (beritajatim.com) – Anak usaha PT Pupuk Indonesia (persero) yakni, PT Petrokimia Gresik (PG) yang juga perusahaan solusi agroindustri memperkenalkan kebun budidaya sayur dan ikan Masjid Nurul Jannah.

Terobosan ini merupakan salah satu langkah perusahaan dalam menguatkan konsep Masjid Nurul Jannah sebagai masjid berawawasan lingkungan, atau lebih dikenal dengan eco-masjid.

Dirut Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menuturkan, kebun budidaya ini menjadi wujud nyata kinerja PG melalui takmir masjid dalam memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mendukung konsep eco-masjid. Dimana, sistem pengairan kebun budidaya ini memanfaatkan air bekas wudhu jamaah masjid.

“Air bekas wudhu para jamaah ditampung dalam sebuah bak penampungan, kemudian dialirkan melalui instalasi pipa untuk mengairi tanaman penghijauan, kolam ikan serta diteruskan ke kebun sayuran,” tuturnya, Jumat (8/11/2019).

Kebun budidaya yang dikenalkan itu, dibangun di atas lahan bekas pembuangan sampah. Sehingga, perusahaan benar-benar mampu mengoptimalkan sumber daya yang selama ini terbuang disulap menjadi fasilitas yang memiliki value.

Melalui kebun budidaya ini, masjid memperoleh pendapatan dari hasil panen sayur dan ikan. Selain itu, juga dapat menjadi sarana belajar bagi marbot masjid dan abang becak tentang budidaya pertanian. Sehingga, memiliki fungsi sebagai media untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Masjid Nurul Jannah.

Seperti diketahui, Masjid Nurul Jannah memiliki fasilitas pondok abang becak untuk tempat tinggal para abang becak. Mereka adalah warga pendatang yang mengais rezeki di sekitar masjid dan perusahaan serta tidak memiliki tempat tinggal.

Kebanyakan dari abang becak adalah seorang petani di kampung halamannya, sehingga perusahaan memfasilitasi kemampuan mereka bercocok tanam dengan menyediakan kebun budidaya sayuran dan ikan.

Sebelumnya, masjid tersebut memang sudah dikenal sebagai eco-masjid. Salah satu konsep eco-masjid terlihat pada desain bangunan.

“Desain masjid ini benar-benar menyesuaikan dengan kondisi iklim tropis, jamaah bisa tetap merasa sejuk meskipun tidak menggunakan AC. Arsitektur masjid bergaya Jawa ini mampu menghemat energi, dan dapat meminimalisasi emisi freon yang dapat merusak ozon,” ungkap Rahmad Pribadi.

Kompleks Masjid Nurul Jannah juga semakin rindang dengan adanya berbagai tanaman penghijauan, mulai dari halaman, tempat parkir hingga sejumlah fasilitas bangunan masjid lainnya. Langkah ini memperkuat konsep Masjid Nurul Jannah sebagai masjid berawawasan lingkungan.

Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Rohmad menjelaskan bahwa, pihaknya ingin mejadikan Masjid Nurul Jannah sebagai masjid yang bermanfaat bagi keluarga besar PG dan masyarakat sekitar melalui berbagai inovasi, atau terobosan.

“Kami ingin menjadikan Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik sebagai masjid berwawasan lingkungan serta dapat memberikan manfaat lebih banyak lagi,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar