Ekbis

Ramadan, Konsumsi Gula di Jawa Timur Diprediksi Meningkat 15 Persen

Kediri (beritajatim.com) – Media Communicator (JMC) menggelar sebuah diskusi bertema ‘Peningkatan Produktifitas Gula Menjelang bulan suci Ramadan di sebuah hotel di Kediri, Jawa Timur. Diskusi diadakan karena adanya prediksi bakal terjadinya pengkatan konsumsi gula Nasional, pada momentum hari besar keagamaan.

Diskusi publik ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) Soemitro Samadikoen, Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur Yahya Sumadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Drajat Irawan dan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Kediri Saidi.

Dalam diskusi tersebut, membahas tentang kebutuhan dan harga gula yang semakin meningkat menjelang bulan suci ramadan, serta serbuan gula rafinasi yang menggerus harga gula lokal di pasaran.

Sumitro, mengatakan, gula impor yang beredar di pasaran telah melebihi dari kebutuhan konsumsi tanah air. Saat ini kebutuhan gula untuk tanah air, sekitar 2,8 juta ton, sedangkan produksi gula yang dihasilkan oleh petani sekitar 2,2 juta ton. Sementara itu, pemerintah melakukan impor gula sebesar 3,6 juta ton.

Dari 3 juta ton gula impor yang berlebih itu dijual ke pasar tradisional dengan harga murah sehingga menggerus gula lokal yang diproduksi petani. Diakuinya, impor gula memang masih dibutuhkan karena produksi dalam negeri juga belum bisa menutupi tingkat konsumsi masyarakat, tetapi harus dikendalikan sesuai kebutuhan.

Terpisah, Yahyadi, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Jawa Timur mengatakan, kebutuhan gula jawa timur untuk konsumsi selama bulan ramadhan diprediksi meningkat sebesar 15 persen dari kebutuhan rutinan.

“Untuk meningkatkan produktifitas gula, kami akan mengoptimalkan ketersediaan lahan dan memberikan stimulan berupa pupuk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) kepada para petani tebu,” katanya.

Karena harga gula yang relatif turun, maka lahan produksi tebu di Jawa Timur dipastikan bakal mengalami penyusutan. Luas capaian lahan tertinggi menurut data dinas perkebunan Jatim, berada diangka 250 hektar, dengan poduktifitas per satuan luas antara 750 kwintal hingga 1.500 kwintal. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar