Ekbis

Puspenerbal Gandeng Anak Kandang Farm Demi Ketahanan Pangan Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Kebutuhan akan daging kambing terus meningkat seiring dengan meningkatnya kuliner hingga acara keagamaan seperti daging kurban yang terus meningkat setiap tahun.

Melihat potensi yang besar ini Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) menggandeng Anak Kandang Farm untuk mengembangkan peternakan kambing. Walhasil dengan memanfaatkan lahan seluas 2 hektar Puspenerbal kini memiliki berbagai macam jenis kambing mulai dari kambing lokal hingga ras kambing dari berbagai negara.

Konsep yang dikembangkan bersama Anak Kandang Farm ini awalnya cukup sederhana yakni titip kurban dan titip angon untuk prajurit. Namun melihat penataan kandang yang bersih serta tempat yang asri membuat kedepannya manajemen Anak Kandang Farm akan membuka wisata edukasi untuk belajar kambing dan domba bagi masyarakat umum.

Hal ini pun dibenarkan oleh Danpuspenerbal Laksda TNI Edwin, S.H.,M.Han saat soft launching dimana kerjasama ini nanti diharapkan akan mampu menjadi harapan baru bagi ketahanan pangan di Jatim khususnya produksi daging ternak kambing.

“Selama ini  kegiatan ini dari prajurit ke prajurit dan kini diperluas terbuka bagi masyarakat umum untuk turut menjadi investor bagian dari Anak Kandang Farm dengan skema yang sudah ditentukan. Apalagi kandang-kandang yang ada sudah didesain dengan teknologi dan metode peternakan yang moderen,” ungkapnya.

Dikatakan, saat ini sudah ada 400 kambing yang dikelola, perkawinan silang antara kambing Jawarandu dan kambing Boer. Dengan kerjasama dengan Anak Kandang Farm dan melibatkan masyarakat umum, harapannya makin banyak yang berpartisipasi dan peternakan menjadi lebih besar.

“Kebutuhan daging kambing cukup tinggi. Proses perawatan tidak begitu rumit dan kembang biaknya cukup cepat. Dalam dua tahun dua kali melahirkan. Siklus inilah yang akan dimanfaatkan. Prajurit di masa dinasnya sudah dibekali jiwa usaha. Akan dibuka kursus peternak kambing, buat prajurit dan umum,” beber Laksda TNI Edwin, S.H.,M.Han.

Sementara itu Tony Susanto, Owner Anak Kandang Farm mengatakan pihaknya membuka kesempatan masuknya masyarakat umum sebagai pemodal dan investor. Dengan konsep ini siapapun bisa jadi peternak, tanpa punya ilmu,waktu dan lahan namun bisa memiliki kambing.

“Sambil berjalan diajarkan bagaimana menjadi peternak. Sementara sambil menunggu kesiapan, tinggal titip dulu ternaknya dan kita yang akan merawatnya,” jelas Tony.

Dijelaskan, untuk pemeliharaan Anak Kandang Farm dikelola secara professional. Mulai dokter, insinyur ahli peternakan dan penjaganya. Karena konsep Anak Kandang Farm menjadi peternakan modern yang terintegrasi yang bisa dilakukan melalui aplikasi.

“Bagi masyarakat yang ingin menjadi peternak, dibutuhkan dana Rp 12,6 juta untuk jangka waktu enam tahun. Di akhir tahun ke enam estimasinya bisa memiliki 50 ekor kambing dan nilai yang didapatkan sekitar Rp 150 juta dengan estimasi dari 50 kambing yang dihasilkan per kambing harganya Rp 3 juta,” jelas Tony.

Adapun kapasitas Anak Kandang Farm bisa menampung 1000 an ekor kambing. Saat ini baru ada 400 ekor kambing yang semuanya dari prajurit. [rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar