Iklan Banner Sukun
Ekbis

Pupuk Subsidi untuk Petani Mojokerto dan Madiun Tersalurkan 100 Persen

Foto ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Jawa Timur menegaskan jika alokasi pupuk subsidi untuk petani di Kabupaten Mojokerto dan Madiun sudah terserap 100 persen. Sehingga kebutuhan pupuk subsidi bagi petani di dua kabupaten tersebut sudah terpenuhi sesuai alokasi dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KTNA Provinsi Jawa Timur, Suharno. Alokasi pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK ada kabupaten/kota yang realisasinya sudah 100 persen dari alokasi. Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mencari solusi pemenuhan kebutuhan pupuk di masa musim tanam.

“Untuk Kota Madiun, jenis pupuk urea serapannya sudah 100 persen dan Kabupaten Madiun, pupuk jenis NPK yang realisasinya sudah mencapai 100 persen. Sedangkan kabupaten lainnya yang realisasi pupuk urea dan NPK-nya sudah mencapai 100 persen adalah Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Senin (6/12/2021).

Suharno berharap kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Pertanian untuk mencari solusi terkait habisnya alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten/Kota Madiun tersebut. Seperti memindahkan alokasi pupuk subsidi yang tidak terserap dari Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur.

“Kami berharap melalui Dinas Pertanian bisa memberikan solusi kepada para petani, mungkin dengan mengalihkan alokasi pupuk subsidi yang tidak terserap di Kabupaten/Kota lain agar petani dapat melakukan pemupukan di pucak musim tanam ini,” harapnya.

Sementara itu, VP Sales Region 4A Pupuk Indonesia, Iyan Fajri mengatakan, alokasi pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Madiun sudah 100 persen terserap terhitung sejak awal Desember 2021. “Secara total Jawa Timur, serapan pupuk bersubsidi baru mencapai 84 persen untuk 5 jenis pupuk,” jelasnya.

Yakni urea, SP-36, ZA, NPK dan organik padat. Sedangkan, lanjut Iyan, untuk jenis pupuk subsidi yang baru yakni pupuk organik cair telah terserap 92 persen. Namun menurutnya ada kabupaten-kabupaten di Jawa Timur yang memang serapan pupuknya sudah 100 persen berasal dari alokasi.

“Sesuai dengan penugasan, kami (Pupuk Indonesia, red) menyalurkan pupuk subsidi dengan alokasi yang diatur sesuai ketentuan. Di mana alokasi Kabupaten/Kota ditentukan oleh Dinas Pertanian tingkat provinsi dan alokasi kecamatan ditentukan oleh Dinas Pertanian tingkat Kabupaten/Kota,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar