Ekbis

Pupuk Organik Cair Dukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia sebagai negara agraris dengan produk pertanian yang beragam guna memenuhi kebutuhan ketahanan pangan Indonesia.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Lahan untuk pertanian pangan untuk tahun 2019 mencapai sekitar 1.174.586,4 hektar lahan. Hal ini tentunya sangat positif untuk memenuhi ketahanan pangan Jawa Timur”, ujar Yanuar Yudianto, Wakil Direktur CV Tumbuh Berkembang Sejahtera.

Dengan data luasan lahan tersebut, tentunya kebutuhan untuk pupuk sangat tinggi. Dan sedikitnya, stok pupuk bersubsidi di Provinsi Jawa Timur mencapai 2.366.523 ton untuk 2020.

“Kami telah berkeliling ke petani-petani di beberapa Kabupaten seperti Kediri, Jombang, Nganjuk dan Jember. Kami dapati bahwa para petani membutuhkan pupuk untuk mendukung tumbuh kembang lahan pertanian mereka”, ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Yanuar, kami bermaksud untuk membantu para petani agar bisa mengaplikasikan pupuk organik cair.

“Pupuk organik cair relatif mudah untuk diaplikasikan karena bahan baku yang organik dan bisa memulihkan kondisi unsur hara tanah dan bisa meningkatkan hasil produksi pertanian”, kata Yanuar.

Kami berharap para petani bisa memanfaatkan pupuk organik cair untuk membantu meningkatkan hasil mereka, karena secara biaya untuk pemupukan relatif lebih efisien daripada dengan menggunakan pupuk kimia. Dan untuk tanaman menjadi lebih bagus hasilnya, serta tanah juga semakin subur.

Lebih lanjut, Yanuar menambahkan bahwa melihat kondisi di lapangan tersebut, kami dari CV Tumbuh Berkembang Sejahtera turut menyediakan pupuk organik cair yang siap pakai dengan harga yang terjangkau.

“Untuk kemasan 1 liter kami banderol dengan harga Rp 100.000,-. Dan untuk kemasan 500ml kami banderol dengan harga Rp 60.000, Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi email kami di [email protected],” kata dia.

Produk kami, Pupuk Organik Cair dengan merk JE (Java Excelent) telah mendapatkan Ijin Kementerian Pertanian No 02.02.2021.300 sesuai SK Menteri Pertanian No. 001.OA/KPTS/SR.310/B/01=2021 dan SNI 6729:2016 No. 572-INOFICE/LSO-003-IDN/12/20 yang menunjukkan bahwa produk kami telah tersertifikasi sesuai aturan yang berlaku dan bisa digunakan serta diperjual belikan untuk membantu para petani.

Dari hasil demplot yang sudah kami praktekkan di beberapa lokasi. Untuk 1 hektar lahan dalam 1 periode siklus tanam dibutuhkan sekitar 24 liter pupuk organik cair yang diencerkan dengan air.

“Idealnya untuk cara pemakaian setiap 100ml atau 10 tutup botol bisa dicampurkan dengan 18 liter air. Dengan demikian, maka penggunaan pupuk organik cair relatif lebih efisien dan hemat, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani diharapkan meningkat serta ketahanan pangan Indonesia bisa tercipta,” pungkas Yanuar. [but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar