Iklan Banner Sukun
Ekbis

Pupuk Langka Saat Musim Tanam, Petani di Tuban Kelimpungan

Sejumlah Petani di Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban yang saat melakukan aktivitas penyemprotan tanaman Padi miliknya.[foto : M Muthohar/beritajatim.com]

Tuban (beritajatim.com) – Memasuki masa tanam, sejumlah petani di Kabupaten Tuban mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Keberadaan pupuk tersebut seperti menghilang di pasaran.

Para petani mengaku sudah lebih dari satu bulan terakhir pupuk subsidi sulit didapat. Kios-kios resmi banyak yang mengatakan kehabisan stok.

Padahal, jika tidak ada pupuk di waktu pemupukan, para petani khawatir tanaman mereka tidak subur. Dampaknya bisa menimbulkan gagal panen.


Kelangkaan pupuk bersubsidi seperti terjadi di Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Sudah sekitar satu bulan lebih para petani tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi untuk padi mereka.

“Sekarang sulit untuk mendapatkan pupuk subsidi mas. Mulai awal tanam sampai sekarang belum ada pupuk datang,” ujar Muji (54), salah satu petani Padi asal Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.

Para Petani di Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban yang saat melakukan aktivitas penyemprotan tanaman Padi miliknya.[foto : M Muthohar/beritajatim.com]
Muji menjelaskan, sejak awal musim tanam kali ini dia belum mendapatkan jatah pupuk subsidi dari pemerintah. Sehingga, saat tanaman padinya berusia lima hari, Muji terpaksa menggunakan pupuk sisa yang dibeli dari tetangganya.

“Awal mupuk kemarin itu nempil (membeli) milik tetangga yang tidak dipakai, saya beli dengan harga Rp400 ribu satu paketnya. Nggak tahu ini kenapa, sampai sekarang juga belum ada kepastian kapan pupuknya akan datang lagi,” tambahnya.

Saat ini, padi milik para petani Desa Kembangbilo, sudah berusia sekitar dua pekan dan waktu pemupukan kedua nantinya saat sudah berusia satu bulan. Lantaran tidak ada di pasaran, para petani masih bingung harus ke mana mencari pupuk Urea dan Phonska.

“Saya sudah pernah cari pupuk keliling ke desa-desa tetangga juga tidak ada. Kalau sampai waktunya mupuk belum ada ya nggak tahu bagaimana nasib tanaman ini,” lanjutnya.

Sulitnya mendapatkan pupuk subsidi juga dirasakan oleh Parijan (60), petani padi lainnya. Biasanya sekali musim tanam pada lahan yang digarapnya itu bisa menghabiskan 5 sampai 6 paket pupuk subsidi yang dibeli dengan harga Rp260 ribu per paket.

“Harapannya petani ini jangan dipersulit masalah pupuk, biar tanaman ini ada hasilnya. Kalau pupuk langka kita jadi susah,” ungkap petani tersebut. [mut/beq]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar