Ekbis

Kersama dengan Apresi

PUPR Akan Sediakan Rumah untuk Kelompok Milenial

Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan perumahan dan rumah susun untuk generasi milenial di usia produktif. Hal ini dikatakan di pembukaan Rapat Kerja Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia, Kamis (2/5/2019) di Vasa Hotel, Surabaya.

Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Yusuf Hariagung mengatakan akan membangun dua tipe rumah untuk kelompok menial berdasarkan klasifikasinya. Pasalnya saat ini 35% penduduk Indonesia merupakan kelompok milenial dengan beberapa klasmen usia mulai dari 24 – 30 tahun, 30 – 35 tahun dan 35-40 tahun.

Data yang dihimpun dari 260 juta penduduk di Indonesia, 38 juta penduduk merupakan kelompok milenial. Maka hal ini menjadi perhatian lebih bagi pemerintah bagaimana bisa mendorong untuk menyediakan rumah. Salah satu konsepnya rumah susun sewa untuk kelompok milenial berpenghasilan rendah sedangkan untuk para kelompok milenial berpenghasilan cukup bisa menyediakan rumah tapak atau rumah susun milik.

“Setiap tahunya kelompok menial ini akan bertambah, di  2019 ini saja sudah 38 juta penduduk berkelompok ini. Apalagi di tahun 2020 akan mencapat seratus juta penduduk, maka pemerintah harus bisa mendorong membuat rumah berkonsep dan bekerjasama dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia dengan fasilitas yang serba cepat dan canggih,” ucap Yusuf Hariagung.

Lebih lanjut karakteristis para kelompok milenial ini berbeda dengan penduduk yang bermainset memiliki aset rumah di perumahan. Pada kelompok milenial, perlu konsep yang berbeda. Salah satu contoh kecil akses kawasan hunian berada di tengah kota, layanan ruang publik yang lengkap salah satunya wifi.

“Kelompok milenial ini berbeda, akses dan insfraktuktur yang canggih dan tempat layanana publik yang memadai menjadi salah satu kuncinya,” imbuhnya.

Soal harga, Yusuf menambahkan akan ada beberapa karakter seperti rumah tapak atau rumah milik ini bisa bekerja sama dengan MPR dengan harga di bawah 300 Juta. Sedangkan untuk keluarga pengusaha lebih bisa mengambil ASN atau TNI POLRI dengan harga 300-an juta.

“Potensi di Jawa Timur cukup bagus, tinggal pengembangan pemerintah akan berkerjasama dengan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia. Karena di Jawa Timur ada satu juta lebih merupakan kelompok milenial,” tutupnya. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar