Ekbis

Punya 40 Karyawan, Resto di Malang Pendapatan Sehari Hanya Rp 630 Ribu

Pengunjung di rumah makan Kertanegara, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Usaha kuliner di Kota Malang meredup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Malang Raya. Kondisi penurunan ini berjalan selama dua bulan terakhir, dimulai dari pemberlakuan jam malam jelang libur natal dan tahun baru kemudian berlanjut ke penerapan PPKM.

“Bicara pendapatan sejak jam malam dan PPKM omzet sehari untuk menutup hak karyawan dan operasional tidak cukup. Jangankan PPKM sebelumnya sudah sangat terdampak,” kata Pemilik rumah makan Kertanegara, Indra Setiyadi, Senin, (18/1/2021).

Penurunan kunjungan di rumah makan ini memang tidak lepas dari sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19. Setelah penerapan jam malam, sejumlah wisata dan perhotelan di Malang Raya mewajibkan wisatawan luar daerah harus membawa bukti hasil rapid test. Kondisi ini ditambah dengan pemberlakuan PPKM, omzet mereka pun terjun bebas.

Indra mengungkapkan, sejak didirikan pada 2007 silam. Rumah makan Kertanegara mencatatkan penghasilan terendah selama dua hari. Pertama hanya mendapat penghasilan Rp630 ribu, keesokan harinya Rp2 juta. Pendapatan ini dinilai tak cukup untuk biaya operasional dan gaji karyawan.

“Saat jam malam sampai PPKM pernah sehari Rp630 ribu, besoknya Rp2 juta. Untuk kuliner setelah PSBB berlalu, masuk lah saat new normal itu berangsur membaik. Begitu ada jam malam sebelum natal dan tahun baru langsung menurun. Ternyata angka Covid-19 naik dan PPKM diberlakukan tambah menurun,” ujar Indra.

Indra mengungkapkan, meski dalam kondisi sulit dia berusaha tidak merumahkan karyawan mereka. Total, Rumah Makan Kertanegara memiliki 40 lebih karyawan. Dia harus mencari dana talangan karena penghasilan dari usahanya tidak cukup untuk operasional dan gaji 40 lebih karyawan.

“Kita berusaha tidak merumahkan karyawan, total karyawan kita 40 orang. Mereka sempat kita gaji 50 persen di awal pandemi atau saat PSBB. Kita tidak mungkin merumahkan karena mereka juga punya keluarga kita tetap mempekerjakan karyawan,” tandas Indra. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar