Ekbis

PT SER Tawarkan Semua Sahamnya ke Pemkab Bojonegoro

Dari kiri, Kuasa Hukum PT SER Ilya Sumono dan Presiden Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Lalu M Syahril Majidi

Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Surya Energi Raya (SER) sebagai salah satu pemegang saham dalam pengelolaan Participating Interest (PI/Penyertaan Modal) Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro menawarkan seluruh sahamnya kepada Pemkab Bojonegoro, Jumat (11/9/2020).

Kuasa Hukum PT SER Ilya Sumono mengatakan, pilihan untuk menjual seluruh saham kepada Pemkab Bojonegoro merupakan pilihan bisnis terbaik. Karena dengan pembagian deviden 75:25 saja, konteksnya dengan harga minyak saat ini proyeksi bisnisnya sudah berantakan.

“Tapi itu risiko bisnis, apalagi kalau (sahamnya) dikurangi lagi. Maka solusi yang paling masuk akal adalah sebagian saham kita jangan dikurangi, tapi kita sangat berharap seluruhnya dibeli,” ujarnya.

Selain itu, Ilya menambahkan, ide dasar bisnis yang dijalankan oleh pimpinan PT SER adalah ingin membesarkan daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas), sehingga jika dirasa daerah sudah mampu berdiri sendiri maka pihaknya melakukan investasi ke daerah lain yang baru memulai.

“Investasi minyak ini merupakan bisnis yang berkelanjutan. Prioritas kami saat ini bisa melakukan investasi dibidang lain di daerah yang membuka ladang minyak dan baru dimulai,” terangnya.

Ilya menyebut, belum adanya program bagi masyarakat selama PT SER melakukan investasi PI Blok Cepu di Bojonegoro karena sejauh ini belum ada deviden yang diterima. Setelah adanya pembagian deviden, dia mengaku masyarakat Bojonegoro menjadi salah satu daerah prioritas melalui dana CSR yang sisihkan dari deviden.

“Targetnya membuat program CSR sendiri, yang pasti yang dilakukan ini diharapkan hasilnya bisa semakin dirasakan masyarakat di Bojonegoro,” imbuhnya.

Sementara Presiden Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola PI Blok Cepu, Lalu M Syahril Majidi mengatakan bahwa pembelian seluruh saham milik PT SER kurang sesuai jika dilihat dari aspek keuntungan bagi masyarakat.

“Karena yang didinginkan sebenarnya adalah bagaimana masyarakat memperoleh keuntungan. Jika seluruh saham diambil pemkab, maka akan ada banyak tafsir di masarakat. Termasuk menghilangnya investasi di Bojonegoro. Sehingga harus dipertimbangkan,” pungkasnya. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar