Ekbis

PT PGN dan RMI NU Dukung Pengembangan UMKM Berbasis Pesantren

Melalui pelatihan dan peluang usaha yang bisa dilakukan oleh pesantren, santri dan masyarakat sekitar dididik untuk siap menghadapi tantangan peluang usaha yang semakin kompleks.

Malang (beritajatim.com) – Selain berperan sebagai pendidikan keagamaan, pondok pesantren juga memiliki potensi serta kewajiban dalam mempersiapkan mental dan pengetahuan usaha bagi santri dan masyarakat sekelilingnya.

Melalui pelatihan dan peluang usaha yang bisa dilakukan oleh pesantren, santri dan masyarakat sekitar dididik untuk siap menghadapi tantangan peluang usaha yang semakin kompleks.

 

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU), KH Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin), pada acara pembukaan acara Workshop Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis pesantren yang diselenggarakan RMI NU bekerjasama dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Pondok Pesantren Al Huda Klakah, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (20/3/2019).

Menurut Gus Rozin, pesantren telah memiliki basis yang kuat, yaitu santri, alumni dan masyarakat sekitar pesantren. Tiga komponen tersebut, selain menjadi objek, juga harus menjadi subjek dalam pemberdayaan. Berjalannya fungsi Pemberdayaan ini nantinya, akan menjadi penggerak ekonomi umat.

“Santri tidak hanya bisa ngaji dan dakwah saja, namun juga bisa menjadi penggerak ekonomi umat. Kalau di Kudus, dikenal dengan istilah “Gus Jigang” atau ngaji dan dagang,” tegas Gus Rozin.

Menurut Gus Rozin yang juga staff khusus presiden bidang keagamaan dalam negeri tersebut, workshop pengembangan UMKM berbasis Pesantren ini berfokus pada pelatihan pembudidayaan jamur tiram.

“Lahannya tidak harus besar, lalu modal usaha yang terjangkau, dan hasil yang bisa dipetik setiap hari merupakan sekian alasan yang utama bagi UMKM di pesantren untuk mencoba peluang agribisnis ini,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari manajemen PT PGN Santiaji Gunawan berharap hasil kerjasama antara RMI NU dan PT PGN ini, mampu menghasilkan para wirausahawan dari kalangan pesantren.

“Apa yang kita adakan hari ini kami berharap, dari pesantren ini melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang mampu memimpin dunia usaha,” terang Santiaji yang juga menjabat sebagai Group Head of Strategic Stakeholder Management PGN.

Acara workshop rencananya akan digelar selama dua hari, mulai Rabu (20/3/2019 hingga Kamis (21/3/2019) esok. Kegiatan tersebut diikuti 120 peserta dari elemen pesantren, masyarakat sekitar dan juga pelaku UMKM nantinya, akan dipandu Dr. Damanhuri dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Serta, dipandu langsung dari Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU Jawa Timur. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar