Iklan Banner Sukun
Ekbis

PT KAI Daop 9 Jember Tutup Perlintasan Sebidang

PT KAI Daerah Operasional 9 Jembe Tutup Perlintasan Tak Berpalang Pintu

Banyuwangi (beritajatim.com) – PT KAI Daerah Operasional 9 Jember mengambil langkah tegas menindaklanjuti adanya perlintasan sebidang tak berpalang pintu. Salah satunya melakukan penutupan adanya perlintasan yang dinilai tak memenuhi syarat dan berbahaya.

Langkah ini untuk peningkatan keselamatan perkeretaapian di perlintasan sebidang sesuai amanat Peraturan Menteri (PM) nomer 94 Tahun 2018.

“Tentunya kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik itu provinsi maupun kabupaten selaku regulator dan penanggungjawab terhadap pengelolaan keselamatan di perlintasan sebidang,” kata Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Broer Rizal, Senin (17/1/2022).

Menurut Broer, tercatat ada sekitar 14 titik perlintasan sebidang yang telah dievaluasi, tersebar mulai wilayah Pasuruan hingga Banyuwangi. 14 titik tersebut, nantinya bakal dilakukan peningkatan keselamatan di tahun ini.

Rincian 14 titik tersebut meliputi wilayah Pasuruan ada 1 titik, Probolinggo 3 titik, Lumajang 1 titik, Jember 5 titik dan Banyuwangi 4 titik.

“Terkait penutupan perlintasan sebidang ini, ada kriterianya, dan bila memenuhi syarat ya mesti ditutup,” tuturnya.

Broer menjelaskan, perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang akan ditutup, apabila masih ada jalan alternatif di lokasi tersebut. Kemudian, jarak antara perlintasan satu dengan lainnya kurang dari 800 meter.

“Jika memenuhi syarat itu, ya semestinya ditutup. Karena semakin banyak perlintasan sebidang tanpa palang pintu, maka akan semakin rawan terjadinya kecelakaan kereta api,” jelasnya.

“Meskipun agak jauh sedikit yang terpenting adalah selamat,” lanjut Broer.

Meski demikian, kata Broer, ada alternatif ataupun solusi yang bisa dijalankan selain melakukan penutupan.

“Upaya untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian dapat berupa penutupan maupun penyempitan, pemasangan rambu-rambu, Early Warning System (EWS) dan ada juga dengan pemasangan palang pintu baik oleh pemerintah maupun oleh badan hukum/lembaga,” katanya. (rin/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar